Salah satu alasan utama dibukanya jurusan influencer menurut O'Leary adalah karena minat mahasiswa dan karyawan SETU yang semakin meningkat, dengan semakin besarnya peluang yang diberikan kepada pembuat konten selama tahun-tahun terakhir.
Ditambah lagi, bayarannya yang sangat bagus. Tergantung platform-nya, influencer dapat menghasilkan ribuan dollar atau lebih dari konten yang mereka buat sendiri. Belum termasuk uang yang akan dihasilkan dari iklan.
Meskipun berita tentang peluang kuliah di jurusan Content Creation SETU semakin banyak, namun masih banyak pula orang yang skeptis dengan jurusan ini.
Rata-rata mempertanyakan validitas pengaruh dan pembuatan konten sebagai pekerjaan nyata.
Meskipun begitu, banyak juga yang membela langkah SETU karena mereka mengakui keberhasilan para influencer. Mereka meyakini karir di bidang ini memiliki masa depan yang menjanjikan.
Memang benar ada influencer yang menjadi terkenal dalam sekejap. Tetapi, jurusan di SETU ini bisa lebih mendidik orang mengenai cara menjaga audiens tetap terlibat, dan memonetisasi keterlibatan tersebut untuk kesuksesan jangka panjang.
Tidak hanya itu, mahasiswa jurusan ini juga akan mempelajari sisi PR dan pemasaran pembuatan konten, yang akan sangat bagus untuk mempelajari cara menarik perhatian pemirsa, dan mengukur tren konten masa depan.
Baca Juga: Mau Lancar Menjawab Wawancara untuk Seleksi Beasiswa LPDP? Pelajari Visi dan Misinya!
Ada juga pemahaman tentang bagian industri di mana influencer harus bekerja dengan agensi dan menangani kontrak.
Keterampilan ini terbukti berguna untuk kolaborasi merek, menjual barang dagangan, dan memulai bisnis sendiri untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Mungkin beberapa orang masih kesulitan memahami munculnya "profesi" influencer. Namun, ini sebenarmya merupakan dampak dari semakin berkembangmya teknologi yang tidak bisa dihindari.
Itulah mengapa content creator dan influencer di masa depan memerlukan alat dan pengetahuan untuk menjadi sukses di bidang ini, dan gelar tersebut mungkin bisa menjadi kuncinya. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Philip Morris International Buka Lowongan Brand Executive Jakarta, Indonesia Commercial
Film Horor 'Indigo: What Do You See' Tampilkan Amanda Manopo sebagai Seorang Indigo
YouTuber Tetap Harus Membayar Pajak Penghasilan, tapi Bagaimana Skema Pajak yang Berlaku?
Ternyata Perempuan Bekerja Takut Alami Menopause, Kok Bisa?
Profil Zaizatun Nihajati Istri Mahfud MD, Sarjana Hukum yang Pernah Menjadi Guru SMA
Agak Lain Nih, CEO AirAsia Tony Fernandes Menghadiri Rapat Manajemen Tanpa Kemeja