Purbaya yang kala itu masih menjabat sebagai deputi di Kemenko Maritim dan Investasi mengaku sempat kaget ketika diminta Jokowi mencari solusi.
“Saya bilang, Bapak bangun apa pun enggak akan maksimal, karena mesin ekonomi kita pincang. Hanya pemerintah yang jalan, sementara 90 persen perekonomian melambat,” kenangnya.
Ia menilai stagnasi pertumbuhan uang beredar juga menjadi pemicu gejolak sosial, termasuk demonstrasi besar yang sempat mengguncang negeri.
“Real sector susah, semua susah, keluar tagline #IndonesiaGelap. Kita salah arah karena 90 persen perekonomian digerakkan permintaan domestik,” tutup Purbaya.
Artikel Terkait
Ditantang Buktikan Nadiem Makarim Korupsi oleh Hotman Paris, Kejagung: Biar Penyidik Ungkap Semua Fakta
Jadi Pengacara Nadiem Makarim, Berapa Tarif Hotman Paris yang Harus Dibayar Mantan Mendikbud Itu?
Waspada Modus Baru Penipuan Pakai Fitur Find My iPhone, Begini Cara agar Tidak Jadi Korban
Untuk Apa Sherina Dipanggil Polisi usai Selamatkan Kucing-kucing Uya Kuya?
Disebut Murah dan Awet, Mengapa Chromebook Dibilang Kurang Cocok untuk Seluruh Indonesia?
Berbagai Pernyataan Kontroversial Menkeu Baru Purbaya Yudhi Sadewa: Dinilai Overconfidence
Belanda Bisa Bekerja 4 Hari Seminggu Tanpa Aturan Resmi, Bagaimana Caranya?
Mahasiswa Indonesia di Belanda Meninggal Saat Dampingi Pejabat di Wina, PPI Belanda Keluarkan Pernyataan
Digantikan Purbaya Yudhi Sadewa, Ini Permintaan Sri Mulyani Saat Pamit Sebagai Menteri Keuangan
Jangan Harap Bisa Memakai Google Maps sebagai Petunjuk Arah Satu-satunya di Korea Selatan!