Mundur dari DPR, Rahayu Saraswati Diketahui Aktif dalam Gerakan Advokasi Perempuan dan Anak

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Kamis, 11 September 2025 | 21:09 WIB
Rahayu Saraswati mundur dari jabatannya sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029. (Instagram @rahayusaraswati)
Rahayu Saraswati mundur dari jabatannya sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029. (Instagram @rahayusaraswati)

PejuangKantoran.comRahayu Saraswati mundur dari DPR, mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR periode 2024 – 2029.

Politikus Partai Gerindra yang juga keponakan Prabowo Subianto ini mengumumkan pengunduran dirinya pada Rabu, 10 September 2025, melalui akun Instagram pribadinya.

Ia menyebut keputusannya mundur berkaitan dengan pernyataannya di sebuah podcast yang dianggap menyakiti hati masyarakat.

Baca Juga: 4 Cara Karyawan Perempuan Bisa Mendapatkan Gaji Lebih Besar, Tanpa Perlu Mengandalkan Penampilan

Awal mula kontroversi

Pernyataan kontroversial itu berasal dari wawancaranya di kanal YouTube Antara TV Indonesia pada 28 Februari 2025.

Video berdurasi 42 menit tersebut berisi pembahasan seputar isu perempuan dan ekonomi kreatif. Namun, potongan video dari menit 25 hingga 27 menjadi viral pada Agustus 2025.

Dalam potongan itu, Saraswati mendorong anak muda untuk lebih berani berwirausaha daripada hanya mengandalkan pekerjaan dari pemerintah atau sektor padat karya.

Putri Hashim Djojohadikusumo ini menyebut generasi muda sebaiknya menciptakan lapangan kerja sendiri.

“Anak-anak muda, kalau punya kreativitas jadilah pengusaha. Daripada mengeluh tidak ada kerjaan, lebih baik bikin kerjaan untuk teman-temanmu,” ucapnya.

Baca Juga: Ini 6 Kesalahan yang Bikin Orang “Tidak Suka” Sama Kamu, Padahal Kamu Sudah Berusaha untuk Disukai!

Ia juga mencontohkan bahwa orang yang bisa memasak bisa membuka usaha kuliner, sedangkan yang pandai menjahit dapat membuat bisnis fashion.

Saraswati menambahkan, terlalu bergantung pada pemerintah untuk menyediakan pekerjaan sama saja dengan pola pikir zaman kolonial.

Pernyataan ini kemudian menuai kritik karena dianggap meremehkan perjuangan masyarakat yang masih kesulitan mencari pekerjaan.

Rahayu Saraswati minta maaf

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Tempo.co, Kontan, Kompas.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X