Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Kementerian Luar Negeri
Akademisi dan pakar kebahasaan
Kajian ini bertujuan memastikan bahwa penulisan nama negara asing sesuai dengan standar kebahasaan nasional, sekaligus tetap selaras dengan praktik internasional.
Baca Juga: Tren Warna Kuku 2026 yang Paling Cocok untuk Pejuang Kantoran
Isu ini sempat menjadi perhatian publik setelah peta terbaru NKRI dirilis oleh BIG dan menampilkan penulisan “Tailan” alih-alih “Thailand”. Perubahan tersebut memicu diskusi luas di media sosial, dengan sebagian warganet mempertanyakan dasar penulisannya.
Menanggapi hal itu, pemerintah menegaskan bahwa penulisan tersebut merujuk pada eksonim resmi Indonesia yang telah dilaporkan ke UNGEGN, bukan kesalahan atau perubahan sepihak. Pemerintah juga menekankan bahwa daftar negara tersebut tetap merujuk pada keanggotaan resmi PBB, hanya bentuk ejaannya yang disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia.
Artikel Terkait
Gara-gara Mens Rea, Istri Pandji Pragiwaksono Kecam Anak-anaknya Dibully Netizen
Sekarang, Pengguna Bisa Menyeleksi atau Menghapus YouTube Shorts jika Ingin Mencari Video Panjang
Banyak Kejutan dari Perhelatan Golden Globes 2026, dari Owen Cooper hingga Wagner Moura
Saat Pelukan Jadi Profesi: Pekerjaan Unik di Inggris yang Bisa Menghasilkan Ratusan Juta Rupiah per Tahun
Pengguna Instagram Diimbau untuk Mengabaikan Email Berisi Permintaan Reset Password
Berlagak Jadi Pramugari Batik Air di Atas Penerbangan Palembang-Jakarta, Nisya Diamankan
Di Belanda, Gowes Naik Sepeda ke Kantor Malah Dikasih Hadiah Oleh Negara (dan Tanpa Pajak Hadiah)
Masuk Gedung Kok Harus Tinggalin KTP? Praktik Umum yang Ternyata Berisiko Bocorkan Data Pribadi
Polda Metro Jaya Masih akan Menggali Kasus Pandji: Kebebasan Berekspresi Juga Ada Etikanya
CNN Indonesia Kalah di Mahkamah Agung, Pekerja Menang Telak dalam Sengketa Upah dan PHK