PejuangKantoran.com - Di tengah situasi dunia yang sedang penuh gejolak, baik dari segi politik, teknologi, maupun sosial, World Economic Forum (WEF) kembali digelar pada 19-23 Januari 2026 di Davos, kota kecil dengan sekitar 10.000 penduduk di Swiss.
Selama lebih dari 50 tahun, forum ini menjadi momen dialog para pemimpin dari berbagai sektor, dari pengusaha, pemerintah, organisasi masyarakat, akademisi, sampai generasi muda.
Fokusnya adalah untuk memahami tantangan global, mencari solusi jangka panjang, serta membuka peluang baru agar kita bisa tumbuh lebih tangguh dan berdampak.
Baca Juga: Pengembang Chatbot 'Kata.ai' Buka Lowongan Kerja Associate Product Manager (Freelance)
Melalui akses media digital dan live streaming, materi dalam forum ekonomi dunia ini bisa diikuti oleh audiens di seluruh dunia secara terbuka. Setidaknya, ada lima hal penting di WEF Davos 2026 yang perlu kita ketahui:
1. Bukan sekadar konferensi biasa
World Economic Forum adalah lembaga think tank yang berbasis di Jenewa, dan pertama kali menggelar pertemuan tahunannya di Davos pada 1971. Awalnya, forum yang digelar oleh Klaus Schwab ini hanya mempertemukan para eksekutif bisnis.
Namun, kini Davos berkembang menjadi forum global yang membahas isu besar seperti ketimpangan ekonomi, perubahan iklim, teknologi, hingga konflik geopolitik, yang disampaikan di lebih dari 200 sesi diskusi.
2. Siapa saja yang hadir?
Hampir 3.000 peserta tingkat tinggi hadir, termasuk hampir 400 pemimpin politik dunia. Di antaranya lebih dari 60 kepala negara dan pemerintahan, lebih dari 60 kepala negara dan pemerintahan, serta 850 CEO dan pimpinan perusahaan global.
Baca Juga: Pegawai PPPK Bisa Mengajukan Kenaikan Gaji Berkala, Ini Syarat, Berkas, dan Prosedurnya!
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan berpidato, didampingi tokoh-tokoh penting seperti Menlu Marco Rubio dan Menkeu Scott Bessent.
Pemimpin dunia lain yang hadir antara lain Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, dan juga Presiden RI Prabowo Subianto.
Dari dunia bisnis, nama-nama besar seperti Jensen Huang (Nvidia), Satya Nadella (Microsoft), hingga Demis Hassabis (Google DeepMind) juga ikut meramaikan.
3. Tema tahun ini: “A Spirit of Dialogue”
Artikel Terkait
Kepala BGN Sebutkan Hanya Jabatan Tertentu dari SPPG yang Akan Diangkat Menjadi PPPK di Februari 2026 Ini
Aulia Sarah Menikmati Perannya di 'Sengkolo Petaka Satu Suro' Meski Menguras Emosi dan Fisik
Berperan Penting Dalam Menemukan Korban, Ini Kompetensi Tim SAR yang Jarang Diketahui Orang
Banyak Karyawan Punya Kinerja Bagus tetapi Ternyata Sebagian Besar Belum Siap Naik Jabatan
10 Langkah Self Diagnosis untuk Mengetahui Apakah Pekerjaanmu Mismatch atau Tidak
Candlelight Hadir di Jakarta, Hadirkan Konser Musik Klasik dalam Balutan Ribuan Lilin
Saving Lebih Tenang di 2026 dengan Barbell Strategy: Kerja Fokus, Uang Tetap Tumbuh