Pejuangkantoran.com – Tim SAR (Search And Rescue) dari Badan SAR Nasional (Basarnas), menemukan puing pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport pada 18 Januari 2026 (KompasTV – 18/01/2026).
Puing pesawat yang dicarter oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan digunakan untuk misi resmi air surveillance (pengawasan dari udara), puingnya ditemukan berserakan sekitar puncak Gunung Bulu Saraung, di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Pencarian korban mendapatkan kendala karena kabut yang tebal dan medan yang terjal, kemiringannya hingga 90o di ketinggian 1.353 meter di atas permukaan air laut. Tim SAR gabungan telah menyiapkan skenario evakuasi korban.
Dalam berbagai kejadian bencana, entah bencana alam, kecelakaan pesawat terbang, pendaki gunung hilang, dan sebagainya, peran tim SAR sangat-sangat penting.
Sesuai dengan namanya, Saerch And Rescue, tim SAR adalah tim yang tugasnya melakukan pencarian, pertolongan, dan penyelamatan terhadap manusia yang hilang, mengalami kecelakaan, atau berada dalam kondisi membahayakan jiwa, baik di darat, laut, maupun udara.
Tim SAR ini tugasnya kejar-kejaran dengan waktu. Tujuan tim ini adalah menemukan korban secepat mungkin. Jika ditemukan dalam kondisi masih bernyawa, maka tujuan berikutnya adalah menstabilkan kondisi korban terlebih dahulu.
Setelah itu, baik dalam kondisi yang sudah stabil atau ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, tim SAR harus segera mengevakuasi korban ke tempat aman untuk mendapatkan penangan lanjutan.
Baca Juga: Danantara Kerahkan 1.066 Relawan dan 109 Truk Bantuan untuk Tangani Bencana Banjir Sumatra
Jadi secara umum, tugas SAR mencakup tiga fase, yaitu:
1. Search (Pencarian): Upaya sistematis untuk menemukan lokasi korban menggunakan:
- Pemetaan area;
- Informasi saksi dan last known position;
- Teknologi (radar, drone, sonar, GPS, ELT).
2. Rescue (Pertolongan): Tindakan awal setelah korban ditemukan, meliputi:
- Pertolongan pertama;
- Stabilisasi korban (cedera, hipotermia, dehidrasi);
- Pengamanan lokasi berisiko.
3. Evacuation (Evakuasi): Pemindahan korban ke fasilitas yang lebih aman atau medis:
- Evakuasi darat;
- Evakuasi laut;
- Evakuasi udara (helikopter, pesawat).
Kompetensi Yang Dibutuhkan
Pada dasarnya SAR itu profesi berbasis pada pendidikan dan latihan yang spesifik, yaitu pendidikan dan latihan dasar SAR. Tidak ada disiplin akademik murni.
Artikel Terkait
Mau Mendaki Gunung Fuji atau Fujiyama, Segini Tarifnya
7 Profesi Selain Dokter dan Nakes yang Harus Siap Bekerja di Hari Libur dan Tanggal Merah
Usai Serangkaian Kecelakaan, Jalur Pendakian Gunung Rinjani Resmi Ditutup Sementara untuk Perbaikan Keamanan
Dikecam Warganet usai Sebut Bencana Hanya Mencekam di Medsos, Kepala BNPB Minta Maaf
Basarnas Ungkap Skala Besar Bencana Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Peran Penting ATC dalam Dunia Penerbangan, Termasuk Bisa Memperkirakan Posisi Pesawat Saat Lost Contact