PejuangKantoran.com - Usai memutuskan untuk mundur dari Sinemaku Pictures, rumah produksi yang didirikannya bersama Umay Shahab, banyak yang menduga Prilly Latuconsina akan mendirikan rumah produksi baru yang sesuai dengan harapannya.
Melalui postingan "Aku Pamit" di Instagram, Prilly memang menyebut ingin memiliki ruang untuk memikul tanggung jawab sepenuhnya atas visi dan suara kreatif yang ingin dibangunnya.
Di luar dugaan, aktris kelahiran 15 Oktober 1996 itu justru meng-update akun LinkedIn-nya, lalu memasang badget #OpentoWork. Apalagi kemudian ia menulis pesan untuk semua warga LinkedIn di akunnya.
Baca Juga: Setelah Sempat Ragu Bikin Sekuel, Skenario Film 'Kafir Gerbang Sukma' Dibikin Lebih Sadis dan Ngeri
"Hi, everyone!
Jangan kaget dulu ya. Aku menyalakan badge hashtag#OpenToWork bukan karena kekurangan aktivitas, tapi karena lagi ingin belajar hal baru.
Selama ini banyak berkutat di industri film dan management business. Sekarang aku penasaran untuk challenge diri di ruang yang berbeda, kaya offline sales experience. Ketemu orang langsung, ngobrol, memahami kebutuhan mereka, sampai belajar bagaimana sebuah produk benar-benar diterima dan dirasakan langsung oleh konsumen.
Masih dalam fase eksplorasi dan terbuka untuk ngobrol yaa.
Happy to connect"
Dalam profilnya, aktris yang akan tampil dalam film Danur: The Last Chapter itu menggambarkan bahwa ia orang yang selalu punya rasa ingin tahu, menjunjung tinggi kedisiplinan, dan terus berkarya melalui storytelling, pendidikan, serta bisnis.
Menurut Prilly, dunia film sudah membentuk caranya memandang sebuah cerita: yaitu dengan kejujuran, tujuan yang jelas, serta rasa tanggung jawab. Industri film juga mengajarkannya konsistensi, kerja sama tim, dan pentingnya komitmen untuk selalu memberikan yang terbaik.
Mengenai keinginannya selepas mundur dari Sinemaku, Prilly mengatakan ia menaruh minat di bidang pendidikan dan bisnis. Ia mengaku sangat menikmati proses membangun proyek atau brand yang dipikirkan matang, konsisten, dan dirancang untuk jangka panjang.
Baca Juga: ORI029 Resmi Ditawarkan, Perempuan dan Generasi Milenial bakal Mendominasi Pembelian SBN Ritel Lagi?
Sebagai penutup, Prilly menegaskan bahwa ia tidak berambisi menjadi orang yang paling menonjol. Ia ingin menjadi orang yang terus belajar dan konsisten melakukan perbaikan diri.
Tak ketinggalan, Prilly menyampaikan bahwa ia sangat terbuka dengan posisi Retail Sales Specialist, Store Manager, Field Sales Representative, dan Brand Activation Manager.
Dibanjiri komentar positif
Postingan Prilly Latuconsina di akun LinkedIn tersebut sangat mengejutkan, tetapi juga menimbulkan apresiasi dari follower maupun warga LinkedIn secara umum.
Artikel Terkait
Mengapa Davos, Kota Kecil di Pegunungan Alpen Swiss Ini Dipilih sebagai Tuan Rumah WEF 2026?
Ada Penjelasan Ilmiah Mengapa Ada Orang yang Gampang Marah saat Lapar alias 'Hangry'
Sutradara Ho Wi-Ding Sebut Aktor-Aktor Muda di Film Esok Tanpa Ibu 'Selalu Mengerjakan PR-nya'
Strategi Minta Gaji Lebih Tinggi yang Aman tanpa Pura-pura Kecewa dengan Angka yang Ditawarkan
Rhythm of Blues™: Ketika Warna Menjadi Ruang untuk Menemukan Ketenangan
Harga Kost di Pusat Kota Melonjak, Ini Area Alternatif Strategis untuk Pekerja Jakarta
Jaringan Toko Retail Barang Mewah Amerika Saks Global Mengajukan Kebangkrutan