PejuangKantoran.com - Perusahaan pengembang software dan video game Epic Games, mengumumkan bahwa mereka melakukan PHK massal terhadap lebih dari 1.000 karyawannya.
Kalau biasanya alasan pengurangan karyawan di industri ini sering ditutup-tutupi atau pakai bahasa korporat yang berbelit, kali ini Epic bicara apa adanya. Salah satu produk game terlarisnya, Fortnite, sedang lesu.
Dalam catatan yang ditujukan buat stafnya, CEO Epic Games, Tim Sweeney, memberikan penjelasan yang cukup blak-blakan.
Baca Juga: Pesan Paus dan Berita Seputar Gereja Kini Tersedia dalam Bahasa Indonesia di Vatican News
“Hari ini kami merumahkan lebih dari 1.000 karyawan Epic. Saya minta maaf kita harus berada di posisi ini lagi. Penurunan engagement di Fortnite yang dimulai sejak tahun 2025 membuat pengeluaran kita jauh lebih besar daripada pendapatan, dan kita harus melakukan pemotongan besar-besaran agar perusahaan tetap punya dana. PHK ini, bersama dengan penghematan biaya lebih dari $500 juta, menempatkan kita di posisi yang lebih stabil,” tulisnya.
Rasanya sulit dipercaya bahwa salah satu game paling populer seperti Fortnite mengalami kerugian besar. Tapi kalau melihat laporan belakangan ini, memang ada penurunan jumlah pemain ke titik terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Waktu bermain (playtime) anjlok sampai 29% dibandingkan tahun sebelumnya. Sepertinya, masa kejayaan genre battle royale memang mulai bergeser. Orang-orang sekarang lebih suka game bertipe sandbox seperti Roblox, sementara pasar battle royale secara umum turun sekitar 27%.
Meskipun Fortnite sudah berusaha berubah dengan menghadirkan Creative Mode dan berbagai spin-off-nya, penurunan itu tetap saja nggak terbendung.
Akibatnya, Epic Games juga memutuskan untuk menutup beberapa mode permainan seperti Rocket Racing, Festival Battle Stage, dan mode Ballistic demi efisiensi biaya operasional.
Terlibat urusan hukum
Baca Juga: Hati-hati, usai Lapor SPT Tahunan Banyak Beredar Pesan Penipuan dari Oknum Petugas Pajak
Sebelum PHK massal ini terjadi, sebenarnya tanda-tandanya sudah terlihat. Epic sempat menaikkan harga V-Bucks (mata uang dalam game) dengan alasan untuk membantu membayar tagihan.
Langkah tersebut bikin para fansnya kesal karena mereka merasa jadi dapat lebih sedikit barang padahal sudah bayar lebih mahal.
Masalah keuangan ini juga ditambah dengan urusan hukum yang berkepanjangan. Tim Sweeney pernah menyebutkan bahwa kerugian mereka bisa mencapai lebih dari $1 miliar setelah Apple menendang Fortnite dari App Store karena masalah kebijakan.
Selain itu, mereka baru saja membuat kesepakatan kemitraan baru dengan Google yang juga melibatkan pembayaran sejumlah uang.
Artikel Terkait
9 Buah yang Bisa Bantu Turunkan Kolesterol Usai Pesta Lebaran
Menghadapi Puncak Arus Balik Mulai 24 Maret 2026, Karyawan Diminta Optimalkan Kebijakan WFA
Terlalu Rajin Justru Dikasih Lebih Banyak Kerja? Ini Penjelasan Psikologinya
Kesempatan Karier Strategis di Eropa: Europol Buka Lowongan Kerja Specialist di Den Haag
Film Jumbo Bertahan Sebulan di Bioskop Korea, Ini 5 Fakta Menarik
Cara Merespons Jika Diundang Interview saat Lagi Liburan, biar Tetap Dapat Peluang Kerja
7 Tipe si Micro Behaviour di Kantor dan Cara Menghadapinya. Salah Satunya Menghadapi si Tukang Ghosting