Mode ini akan menghapus semua elemen yang mengganggu seperti video, iklan, atau pop-up langganan, dan menyisakan teks saja. Ini sangat membantu ketika banyak situs berita terasa crowded banget dan penuh gangguan visual.
Langkah Google ini sebenarnya dipicu oleh persaingan yang makin ketat. Banyak pengguna mulai melirik browser alternatif karena Chrome dianggap lambat mengadopsi fitur produktivitas.
Dengan hadirnya vertical tab, integrasi AI Gemini, hingga fitur Split View, Chrome berusaha keras agar penggunanya tidak pindah ke lain hati.
Baca Juga: Datang Telat Salah, Tapi Datang Kepagian Malah Dipecat, Ini Kisah Nyata dari Spanyol
Buat kita sebagai pengguna, tentu ini hal yang bagus. Google Chrome nggak cuma internet window biasa, tapi juga alat produktivitas yang makin fleksibel.
Jadi, kalau nanti Chrome di laptop kamu sudah ter-update, jangan ragu mencoba pindah ke mode vertikal. Mungkin di awal akan terasa sedikit aneh karena terbiasa melihat ke atas, tapi setelah itu mungkin kamu nggak akan balik lagi ke tampilan lama.
Artikel Terkait
Sering Lupa & Susah Fokus? Ini Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Picu “Brain Fog”
Niatnya Cuma Beli Satu Barang, Tapi Kenapa Ujung-ujungnya Belanja Banyak di Supermarket?
April Theory, Ini Alasannya Kenapa April Kamu Terasa 'Berbeda'
“Movement Snacks” Jadi Cara Baru Tetap Aktif di Tengah Kesibukan
5 Kualitas Manajer yang Bisa Menjadi Pemicu Turnover Karyawan yang Tinggi
12 Makanan Tahan Lama yang Wajib Selalu Ada di Dapur
Nordic Workout: Cara Santai ala Skandinavia untuk Tetap Bugar di Usia 50+