Hampir 90% Perempuan Resign dari Perusahaan Teknologi dalam 10 Tahun setelah Bergabung

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 9 Mei 2026 | 12:32 WIB
Ilustrasi: Hampir 90% perempuan meninggalkan karier mereka di perusahaan teknologi dalam 10 tahun setelah bergabung. (Freepik/Pressfoto)
Ilustrasi: Hampir 90% perempuan meninggalkan karier mereka di perusahaan teknologi dalam 10 tahun setelah bergabung. (Freepik/Pressfoto)

Meski begitu, masih ada sekitar 40% perempuan yang mau kembali ke perusahaan tekno asal syaratnya pas. Yaitu, gaji yang lebih tinggi, jenjang karier yang jelas, dan waktu kerja yang bisa dikompromikan (setidaknya hybrid atau paruh waktu).

Selain itu, mereka yang memutuskan kembali ke dunia teknologi cenderung ingin bertahan lebih lama. Syarat utamanya tetap sama, ada work-life balance. Jika perusahaan bisa memberikan itu, para perempuan ini bakal tetap bertahan.

"Melegakan sekali ya, melihat banyak perempuan bisa dibujuk untuk kembali kalau kondisinya tepat," tambah Hazel Little, CEO dari Career Returners.

Baca Juga: McDonald's Bertekad Kembali Jadi Resto Terbesar di AS setelah Subway Menutup 8.000 Gerainya

"Jenjang karier itu penting, tapi yang tak kalah penting adalah memastikan ada jalan masuk yang jelas dan dukungan bagi mereka yang ingin kembali ke sektor ini."

Hasil survei Akamai ini jadi pengingat bahwa kemajuan teknologi itu menyangkut manusia di dalamnya. Bisa menarik perempuan untuk masuk ke dunia teknologi itu saja sudah sulit, apalagi mempertahankan mereka.

Kalau sudah begini, sudah waktunya perusahaan teknologi belajar lebih inklusif. Yaitu, dengan menciptakan budaya kerja yang membuat siapa pun merasa dihargai dan punya masa depan yang jelas. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: ComputerWeekly

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X