Aturan offside menjadi lebih ketat ketika pada tahun 1925 ada perubahan yang cukup besar dalam hal ini.
Sebelumnya, aturan offside menyebutkan jika di depan penyerang ada tiga pemain lawan. namun setelah tahun 1925, cukup hanya ada dua pemain lawan. Akibatnya, jumlah gol meningkat drastis, lahir formasi WM (taktik yang paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola), sehingga permainan menjadi lebih menyerang.
Mulai era 1950-1970, permainan sepak bola makin profesional. Selain pergantian pemain dibolehkan (sebelumnya pergantian hanya jika cedera), wajib adanya nomor punggung, dan Ken Aston (wasit sepak bola dari inggris yang juga seorang guru dan administrator) memperkenlkan kartu kuning dan kartu merah.
Sistem kartu kuning-kartu merah ini mulai digunakan pada Piala Dunia FIFA tahun 1970 di Meksiko.
Era 90-an, permainan sepak bola makin dipercepat. Ada sejumlah oeraturan baru diterapkan. Misal, tahun 1990, offside disederhanakan, yaitu pemain masih dalam kategori onside jika masih sejajar dengan bek terakhir.
Lalu tahun 1992, aturan back-pass diperkenalkan. Kiper tidak boleh lagi menangkap bola hasil umpan sengaja dari kaki rekan setim.
Baca Juga: Euforia Piala Dunia 2026 Bikin Masalah ketika Karyawan Ngaku Sakit padahal Habis Begadang
Dampaknya permainan menjadi lebih cepat dan kiper dituntut pandai menggunakan kaki.
Tahun 1997, Laws of the Game ditulis ulang agar lebih sederhana. Ini bukan perubahan besar terhadap isi peraturan, melainkan penulisan ulang (rewrite) terhadap Laws of the Game agar lebih jelas, konsisten, dan mudah diterapkan oleh wasit, pemain, pelatih, maupun penyelenggara pertandingan.
Permainan sepak bola tak hanya menjadi lebih seru karena tempo permainan yang didorong menjadi lebih cepat, namun juga mulai memperhatikan keselamatan pemain, sportivitas, dan efisiensi pertandingan.
Ini terjadi di era 2000-an, misal perlindungan terhadap tekel berbahaya dengan memberi hukuman lebih keras untuk pelanggaran keras, serta adanya tambahan waktu lebih akurat.
Peran Teknologi
Dan ini semua dijaga dengan peraturan yang dijalankan menjadi lebih fair mulai era 2010-an hingga sekarang di mana teknologi beperan besar dalam permainan. Misal, tahun 2012 diterapkan teknologi untuk memastikan apakah bola benar-benar melewati garis gawang, sehingga kesalahan gol "hantu" hampir hilang.
Baca Juga: Ternyata Tak Hanya Piala Dunia 2026 yang Berbau Isu Politik. Berikut Daftar yang Paling Menonjol!
Tahun 2018, Video Assistant Referee (VAT) digunakan untuk menentukan keabsahan gol, hukuman penalti, pemberian kartu merah langsung, dan menghindari salah identitas pemain.
Artikel Terkait
Bagi Yang Supersibuk, Terapkan Teknik Tidur R90 ala Pemain Elit Liga Sepak Bola Eropa Untuk Kulitas Tidur Terbaik
Stadion Azteca Meksiko, Stadion Pembuka Piala Dunia 2026 yang Terkenal dengan Terciptanya Gol Hand of God
Inovasi Teknologi Baru Pada Sepatu Bola di Piala Dunia 2026
Evolusi Jersey Sepak Bola Mulai dari Mirip Pakaian Sehari-hari Hingga yang Peduli Lingkungan Hidup
5 Fakta Unik Kelolosan Meksiko ke 32 Besar Piala Dunia 2026: Tuah Guadalajara hingga "Kutukan" Babak Gugur