Aturan mengenai power bank dalam penerbangan pada dasarnya dibuat karena power bank menggunakan baterai lithium-ion, yang memiliki risiko kebakaran apabila mengalami thermal runaway. Oleh karena itu, hampir semua maskapai mengikuti pedoman dari International Civil Aviation Organization (ICAO) dan International Air Transport Association (IATA).
Kesalahan Umum Memperlakukan Power Bank
Selain aturan-aturan terkait power bank dalam penerbangan, ada sejumlah kesalahan yang mungkin sering kita abaikan atau tidak kita sadari terkait dengan keamanan power bank, yaitu:
- Membiarkan baterai habis hingga 0% terlalu sering
- Baterai lithium-ion tidak dirancang untuk sering dikosongkan total.
- Sebaiknya isi ulang saat kapasitas tersisa sekitar 20–30%.
- Mengecas hingga 100% lalu terus dicolokkan berjam-jam
- Power bank modern umumnya memiliki proteksi, tetapi membiarkannya terus terhubung ke charger dalam waktu lama tetap dapat mempercepat degradasi baterai.
- Menggunakan charger yang tidak sesuai
- Charger berkualitas rendah atau tidak memenuhi standar dapat menyebabkan tegangan dan arus tidak stabil.
- Gunakan charger dari merek terpercaya dengan spesifikasi yang sesuai.
- Mengisi daya atau menggunakan power bank di tempat yang panas
- Misalnya di dalam mobil yang terparkir di bawah terik matahari atau terkena sinar matahari langsung.
- Suhu tinggi merupakan salah satu penyebab utama kerusakan baterai lithium-ion.
Baca Juga: Hindari 10 Kesalahan Umum Charge Perangkat Elektronik, Awas Meledak!
- Menyimpan dalam keadaan kosong terlalu lama
- Jika disimpan berbulan-bulan dalam kondisi 0%, baterai dapat mengalami deep discharge sehingga sulit atau bahkan tidak bisa diisi ulang.
- Menyimpan dalam kondisi penuh 100% dalam waktu lama
- Untuk penyimpanan lebih dari beberapa minggu, idealnya baterai berada pada kisaran 40–60%.
- Menggunakan sambil mengisi (pass-through charging) jika tidak didukung
- Tidak semua power bank dirancang untuk mengisi dirinya sendiri sekaligus mengisi perangkat lain.
- Hal ini dapat meningkatkan suhu dan mempercepat keausan baterai.
- Menjatuhkan atau membenturkan power bank
- Benturan keras dapat merusak sel baterai atau rangkaian elektronik di dalamnya meskipun bagian luar tampak baik-baik saja.
- Membawa bersama benda logam tanpa pelindung
- Misalnya di dalam tas bersama kunci atau koin jika port USB tidak terlindungi. Hal ini dapat meningkatkan risiko korsleting pada kondisi tertentu.
- Tetap menggunakan power bank yang sudah menggelembung, retak, atau sangat panas
- Ini merupakan tanda baterai mengalami kerusakan. Hentikan penggunaan dan daur ulang sesuai prosedur limbah elektronik.
Nah, semoga setelah ini, kamu jadi lebih hati-hati lagi dalam memperlakukan power bank. ***
Artikel Terkait
Stop Cek Ponsel Tiap 5 Menit agar Kerja Tidak Keteteran! Coba 4 Cara Ini untuk Melakukannya
Hampir Setahun Tak Merilis Ponsel Android Lagi, Asus bakal Tinggalkan Lini Smartphone?
Mengapa Silent Call Adalah Panggilan Telepon yang Harus Diwaspadai?
Bagaimana Cara Pramugari Gantian Jaga dan Tidur di Penerbangan Internasional Jarak Jauh?
Asisten Pribadi yang Siaga 24/7, Cekatan, Pintar, dan Tak Pernah Mengeluh: AI-Native Smartphone