Salah satu penjual buku kecil bercerita, penjualannya melonjak drastis dari biasanya cuma 20 buku per minggu jadi ratusan buku. Dia yakin, pembelinya adalah perusahaan AI.
Dia mengaku perasaannya campur aduk soal ini. Di satu sisi, dia diuntungkan secara finansial. Di sisi lain, dia tidak suka kalau buku-buku langka yang dijualnya dihancurkan begitu saja.
Artikel Terkait
Bukan Investasi, Lakukan 3 Langkah Ini Biar Keuanganmu Tidak Goyah saat Terjadi Keadaan Darurat
Selain Alejandro Garnacho, Ini Skuad Aston Villa yang Siap Hadapi Indonesia All Stars di Jakarta
WhatsApp Web Akhirnya Bisa Dipakai untuk Terima Telepon dan Video Call melalui Laptop
1 dari 3 Lowongan Kerja Ternyata Palsu! Ini Alasan Mengapa Perusahaan Mengiklankan Ghost Job
Lowongan Magang di Solutions Architect, APJ Early Career Talent dari PT Amazon Web Services
Rekomendasi 8 Buku Karya Penulis Lokal yang Sudah Diterjemahkan ke Bahasa Inggris dan Diakui Dunia
Cara War Tiket Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, buat yang Mau Nonton Langsung!