Bahkan, ia takut suatu hari senjata yang benar-benar otonom, seperti robot pembunuh, akan menjadi kenyataan.
Komunitas akademik keluarkan surat peringatan
Setelah startup San Francisco OpenAI merilis versi baru ChatGPT pada Maret 2023, lebih dari 1.000 pemimpin teknologi dan peneliti menandatangani sebuah surat terbuka.
Surat tersebut berisi seruan moratorium enam bulan pada pengembangan sistem baru karena teknologi AI menimbulkan “risiko besar bagi masyarakat dan kemanusiaan”.
Baca Juga: First Republic Bank Kolaps, Jadi Bank Ketiga yang “Menyerah” pada Krisis
Beberapa hari kemudian, 19 pemimpin dan mantan pemimpin Association for the Advancement of Artificial Intelligence, sebuah komunitas akademik berusia 40 tahun, mengeluarkan surat peringatan terhadap risiko AI.
Salah satu anggota kelompok adalah termasuk Eric Horvitz, kepala ilmuwan di Microsoft, yang telah menggunakan teknologi OpenAI di berbagai produk.
Kepala ilmuwan Google, Jeff Dean, mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Kami tetap berkomitmen pada pendekatan AI yang bertanggung jawab. Kami terus belajar untuk memahami risiko yang muncul sambil berinovasi dengan berani.” (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Cara Membuat SKCK Offline dan Online untuk WNI dan WNA
Kris Dayanti Rela Tidak Makan Gorengan Demi Menjaga Vokalnya Tetap Prima
Jangan Malu Kalau Suka Menangis Saat Nonton Film! Ini Bukti Kamu Seorang yang Kuat
Viral Karyawati Cikarang Harus Tidur dengan Atasan Jika Ingin Kontrak Diperpanjang, Ini Aturan Hukumnya
Guardians of The Galaxy Akhirnya Tayang di Indonesia: Jangan Lupa Nonton
Ayah David Ozora Bongkar Permainan Mafia yang Dilakukan Rafael Alun Selepas David Dianiaya