Pencipta AI Peringatkan, Teknologi Bisa Jadi Ancaman Umat Manusia di Masa Depan

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 4 Mei 2023 | 21:10 WIB
Geoffrey Hinton, yang dijuluki The Godfather of AI, mengaku menyesal telah menciptakan teknologi tersebut. (Saltwire)
Geoffrey Hinton, yang dijuluki The Godfather of AI, mengaku menyesal telah menciptakan teknologi tersebut. (Saltwire)

Bahkan, ia takut suatu hari senjata yang benar-benar otonom, seperti robot pembunuh, akan menjadi kenyataan.

Komunitas akademik keluarkan surat peringatan

Setelah startup San Francisco OpenAI merilis versi baru ChatGPT pada Maret 2023, lebih dari 1.000 pemimpin teknologi dan peneliti menandatangani sebuah surat terbuka.

Surat tersebut berisi seruan moratorium enam bulan pada pengembangan sistem baru karena teknologi AI menimbulkan “risiko besar bagi masyarakat dan kemanusiaan”.

Baca Juga: First Republic Bank Kolaps, Jadi Bank Ketiga yang “Menyerah” pada Krisis

Beberapa hari kemudian, 19 pemimpin dan mantan pemimpin Association for the Advancement of Artificial Intelligence, sebuah komunitas akademik berusia 40 tahun, mengeluarkan surat peringatan terhadap risiko AI.

Salah satu anggota kelompok adalah termasuk Eric Horvitz, kepala ilmuwan di Microsoft, yang telah menggunakan teknologi OpenAI di berbagai produk.

Kepala ilmuwan Google, Jeff Dean, mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Kami tetap berkomitmen pada pendekatan AI yang bertanggung jawab. Kami terus belajar untuk memahami risiko yang muncul sambil berinovasi dengan berani.” (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: NY Times

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X