32 Bhikku Thailand Sampai di Borobudur dan Bersiap Rayakan Waisak

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Kamis, 1 Juni 2023 | 13:42 WIB
32 Biksu dari tiga negara yang melakukan Thudong atau perjalanan spiritual menempuh jarak kurang lebih 2.600 KM dari Kota Nakhon Si Thammarat, Thailand untuk mengikuti detik-detik perayaan Waisak di Candi Borobudur (Tangkap layar Instagram @injourney.id)
32 Biksu dari tiga negara yang melakukan Thudong atau perjalanan spiritual menempuh jarak kurang lebih 2.600 KM dari Kota Nakhon Si Thammarat, Thailand untuk mengikuti detik-detik perayaan Waisak di Candi Borobudur (Tangkap layar Instagram @injourney.id)

PejuangKantoran.com - Pengelola taman wisata Candi Borobudur menyambut kedatangan 32 Bhikku Thailand tiba di lingkungan Candi Borobudur hari ini.

Di perayaan Waisak tahun ini terdapat 32 Bhikku dari 3 (tiga) negara antara lain Thailand, Malaysia, dan Indonesia yang melakukan Dhutanga/Thudong yakni perjalanan spiritual dengan menempuh jarak kurang lebih 2.600 kilometer dari Kota Nakhon Si Thammarat, Thailand melewati Malaysia, Singapura, hingga puncaknya tanggal 4 Juni 2023 akan mengikuti detik-detik Waisak pada pukul 10.41.19 WIB. 

Hari ini (01/06) rombongan 32 Bhikku Thudong tiba di Candi Borobudur untuk beribadah. Para bhukku ini disambut dengan antusias oleh masyarakat setempat. Seusai sampai di Borobudur, kaki para bhikku kemudian dicuci sebelum mereka melakukan sembahyang bersama. 

Baca Juga: Stop Merokok Sekarang Juga, Risiko Kematian Akibat Jantung Koroner Turun 50 Persen

Direktur Utama InJourney, Dony Oskaria mengungkapkan bahwa tradisi Thudong yang dilakukan oleh para Bhikku ini harus dihormati dan diapresiasi.

“Di era modern ini tradisi Thudong masih lestari merupakan hal yang luar biasa, terlebih tujuan para Bhikku tersebut ke Indonesia khususnya ke Candi Borobudur. Sebagai tuan rumah, tentu kita telah melakukan persiapan agar rangkaian tradisi Thudong dan ritual perayaan Waisak berjalan lancar. Hal ini sekaligus mewujudkan kerukunan hidup umat beragama dan kebersamaan” ujar Dony. 

Pada penyambutan ini, TWC melakukan pembatasan aktivitas Kajian Lapangan Terbuka Naik Monumen Candi Borobudur.

Selama kedatangan Bhikkhu Thudong ini, tidak ada aktivitas wisatawan di atas monumen Candi Borobudur. Selain itu, dilakukan juga pengaturan alur kunjungan bagi wisatawan, di saat kedatangan Bhikkhu Thudong di destinasi TWC Borobudur agar situasi lebih khidmat.

Baca Juga: Kolaborasi Promedia Teknologi dan Kemenkop Hadirkan PLUT KUKM, Bikin UKM Jadi Naik Kelas

Pada momen perayaan Waisak mendatang, ribuan umat Buddha serta masyarakat diperkirakan hadir. Kehadiran diperkirakan sejak tanggal 30 Mei 2023 hingga puncak perayaan Waisak pada 4 Juni 2023 di destinasi Candi Borobudur.

Selain pelaksanaan kegiatan keagamaan dan ibadah yang memiliki nilai kekhusyukan yang tinggi, momen Waisak tahun ini dikembangkan dalam kerangka Spiritual Tourism.

Prosesi Tri Suci Waisak di Candi Borobudur yang khidmat bagi umat yang datang diharapkan juga turut memantik sikap yang sama kepada wisatawan yang hadir dalam perayaan ini. Momen yang menjadi simbol kebangkitan nilai-nilai spiritual Borobudur diharap dapat tercermin secara nyata.

Hal ini sebagai bentuk keterikatan untuk turut membangun suasana khidmat, nyaman dan kondusif selama momen sakral di destinasi ini. Pemakaian busana putih saat berkunjung ke destinasi TWC Borobudur pada momen Waisak, merupakan bentuk solidaritas dan kesetiakawanan kepada umat Buddha yang beribadah di situs suci warisan budaya dunia ini.

Baca Juga: HUT Ke-10, BTS Rilis Single Baru, RM Duta Kementerian Pertahanan, dan J-Hope Jadi Asisten Instruktur

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Injourney.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X