news

Rumah Kosong di Jepang Dijual Seharga Rp150 Jutaan Saja, tapi Mengapa Bukan Investasi Bagus?

Jumat, 8 November 2024 | 21:47 WIB
Ilustrasi: Populasi di Jepang yang menyusut menyebabkan munculnya banyak akiya atau rumah kosong yang dijual dengan harga murah. (Freepik/Tawatchai07)

Menarik perhatian pembeli asing

Bagi warga Jepang akiya memang tak bernilai, namun tidak begitu dengan orang dari luar negeri.

Dari investor muda hingga pensiunan yang mencari tempat peristirahatan, semakin banyak orang asing yang mencari rumah kedua, properti liburan, atau proyek renovasi di Jepang.

Jadi, apakah itu artinya rumah kosong di Jepang bisa menjadi investasi yang bagus? Menurut Anton Wormann, content creator dan investor real estate, jawabannya “ya dan tidak”.

Baca Juga: Maskapai Jerman Lufthansa Luncurkan Kabin Pasangan, Jadi Bisa Duduk Berdampingan Dalam Satu Kabin!

Saat ini, propertinya berhasil menghasilkan pendapatan enam digit per tahun. Namun, itu tidak akan terjadi jika ia tidak meluangkan waktu dan upaya untuk mengenal budaya, bahasa, dan orang-orang Jepang dengan baik.

Para ahli juga setuju dengan pendapat ini.

“Akiya mungkin tidak ideal untuk investor institusional atau mereka yang mencari keuntungan yang cepat atau besar.

"Sebab biaya renovasi yang tinggi dan potensi penjualan kembali terbatas di beberapa daerah,” kata Tetsuya.

Jadi, apa kamu tetap tertarik membeli akiya, rumah murah di Jepang? (Elga Windasari)

Halaman:

Tags

Terkini