Tema Davos 2026 dipilih sebagai respons atas meningkatnya fragmentasi geopolitik di mana kondisi politik dunia terpecah, terutama akibat kebijakan dan pernyataan Presiden Trump terkait tarif, Iran, Venezuela, bahkan Greenland.
Selain itu juga berkaitan dengan ekonomi global yang tidak menentu, sehingga forum ini diharapkan menekankan dialog terbuka dan kerja sama lintas sektor supaya ekonomi dunia tumbuh lebih stabil dan inklusif.
4. AI juga menjadi topik yang “panas”
Kalau dulu AI dibahas sebatas inovasi, sekarang dampaknya sudah terasa ke mana-mana. Para CEO membicarakan efisiensi dan profit, sementara serikat pekerja mengkhawatirkan ancaman terhadap lapangan kerja.
Pemerintah pun berada di posisi sulit: bagaimana mengatur tanpa mematikan inovasi. Tidak heran, AI menjadi salah satu topik paling ramai di Davos tahun ini.
5. Isu independensi bank sentral
Di luar geopolitik dan teknologi, Davos juga diramaikan isu independensi bank sentral. Rencana penyelidikan pidana terhadap Ketua The Fed, Jerome Powell, memicu reaksi keras dari para bankir sentral dunia.
Powell menegaskan bahwa kasus ini menyangkut apakah kebijakan moneter bisa tetap bebas dari tekanan politik. Dukungan terbuka dari tokoh seperti Christine Lagarde dan Andrew Bailey menunjukkan betapa seriusnya isu ini bagi stabilitas global.
Dengan berbagai isu panas tersebut, World Economic Forum di Davos 2026 bukan sekadar ajang kumpul elit global. Forum ini menjadi cermin ketegangan dunia saat ini, dari geopolitik, AI, perdagangan, hingga independensi bank sentral.
Banyak yang masih meragukan dampak nyatanya, tapi yang jelas apa yang dibahas di Davos sering kali memberi sinyal ke mana arah dunia bergerak.