PejuangKantoran.com - Ketika kamu sudah menempati posisi yang sama selama bertahun-tahun tetapi belum juga menerima promosi jabatan, mungkin kamu bakal curhat sama bestie begini: siapa yang seharusnya berhak dinaikkan jabatannya? Yang punya keterampilan teknis atau yang mampu memimpin dan memengaruhi orang lain?
Jawabannya ternyata tidak sesederhana yang pertama atau yang kedua.
Banyak yang beranggapan, semakin mumpuni kemampuan secara teknis, semakin besar peluang naik jabatan. Pendapat ini tidak sepenuhnya salah, terutama untuk peran yang sangat spesialis.
Baca Juga: Banyak Karyawan Punya Kinerja Bagus tetapi Ternyata Sebagian Besar Belum Siap Naik Jabatan
Namun, Dr George Sik, psikolog konsultan dan direktur firma konsultan kerja Eras, mengingatkan bahwa keterampilan teknis saja tidak cukup untuk menjadi pemimpin.
“Kalau fokus Anda hanya ke target (KPI) Anda sendiri dan tidak peduli saat ada rekan kerja yang kewalahan, atau ada perubahan pasar yang memengaruhi departemen Anda, berarti Anda memang orang yang bagusnya bekerja sendiri. Tapi, Anda belum bisa disebut sebagai seorang pemimpin,” tukasnya.
Artinya, kita boleh saja hebat secara individu, tapi kepemimpinan membutuhkan keterampilan yang lebih luas.
Peluang untuk naik jabatan
Menurut Dr. Sik, salah satu langkah penting untuk memahami peluang naik jabatan adalah berani bertanya secara spesifik kepada atasan. Coba tanyakan,“Siapa lagi di jajaran pimpinan (senior) yang perlu melihat hasil kerja saya supaya mereka yakin kalau saya sudah siap naik jabatan?”
Atau, “Sikap kepemimpinan spesifik apa yang Bapak harapkan dari saya, tapi menurut Bapak belum saya tunjukkan sampai sekarang?”
Baca Juga: Aulia Sarah Menikmati Perannya di 'Sengkolo Petaka Satu Suro' Meski Menguras Emosi dan Fisik
Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan mendorong atasan memberikan arahan yang lebih jelas. Dengan begitu, kita tidak hanya mendapat jawaban yang umum, tetapi juga langkah yang konkret untuk mengejar ketertinggalan kamu.
Setelah kamu tahu jawabannya, gunakan tiga bulan ke depan untuk mempraktikkan saran-saran tersebut. Selain memperbaiki kekurangan yang ada, Dr. Sik menyarankan agar kamu secara perlahan mulai membimbing yunior atau mencatat semua prosedur kerjamu dalam dokumen.
“Ironisnya, semakin kamu merasa tidak tergantikan karena menyimpan semua ilmu sendiri atau menguasai semua tugas sendirian, justru semakin sulit bagi manajer untuk menaikkan jabatanmu," tambahnya.
Sebaliknya, semakin kita berbagi, justru semakin besar peluang untuk naik jabatan.
Artikel Terkait
Netflix dan Kebijakan “No Brilliant Jerks”: Menolak Karyawan Toxic, Sekalipun Hebat Sekalipun
Jadi Kembaran Dodit Mulyanto di Film 'Sebelum Dijemput Nenek', Angga Yunanda Belajar Main Komedi
Peran Penting ATC dalam Dunia Penerbangan, Termasuk Bisa Memperkirakan Posisi Pesawat Saat Lost Contact
Digaji Hingga Rp45 Juta Per Bulan, ATC Sangat Dibutuhkan di Dalam-Luar Negeri dengan Requirement Seperti Berikut!
Kepala BGN Sebutkan Hanya Jabatan Tertentu dari SPPG yang Akan Diangkat Menjadi PPPK di Februari 2026 Ini
Berperan Penting Dalam Menemukan Korban, Ini Kompetensi Tim SAR yang Jarang Diketahui Orang
10 Langkah Self Diagnosis untuk Mengetahui Apakah Pekerjaanmu Mismatch atau Tidak