news

Istilah Bib Number Ternyata Bukan Singkatan dan Bisa Jadi Pencegah Kecurangan di Lomba Lari Modern Saat Ini!

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:18 WIB
Ilustrasi lomba lari marathon. Bib number atau race bib adalah identitas resmi peserta. Di era modern membuat lomba lari lebih fair. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
  1. Akhir abad ke-19 (± 1880–1900)

Sistem penomoran peserta mulai dipakai di berbagai olahraga kompetitif di Eropa, terutama, seperti balap sepeda dan pacuan kuda. Tujuannya sederhana, yaitu untuk identifikasi peserta oleh juri dan penonton.

Nomor yang dipakai biasanya masih berupa kertas atau kain sederhana, standarnya belum seperti sekarang.

  1. Awal lomba lari modern (akhir 1890-an – awal 1900-an)

Event lari jarak jauh seperti Boston Marathon (pertama kali diselenggarakan pada tahun 1897) mulai berkembang.

Pada masa ini, penggunaan nomor peserta mulai diperkenalkan, namun belum seragam dan belum selalu ditempel di dada. Ujudnya pun masih berupa tanda lain (patch, pin, atau cat).

  1. Tonggak penting: Olimpiade London 1908

Salah satu momen yang paling sering disebut sebagai awal modernisasi nomor peserta dalam atletik adalah Olimpiade London pada tahun 1908. Di event ini atlet sudah mulai memakai nomor yang jelas di bagian depan/seragam.

Sistem ini membantu juri melakukan identifikasi peserta dengan cepat dan dokumentasi hasil lomba menjadi lebih akurat.

  1. 1910-an hingga 1920-an

Pada era ini, penggunaan “race number” makin distandarkan di road race dan maraton besar. Ciri-cirinya, nomor mulai dipasang di dada (bib placement) dan dibuat lebih besar dan mudah dibaca oleh juri dan penonton.

Di era inilah istilah “race bib” mulai dipakai karena bentuknya seperti celemek kecil di dada.

Baca Juga: Bagi yang Baru Saja Ikutan Jakim dan JogMar, Cek Kuku Kaki Kamu. Kena Runner's Toe Tidak?

  1. Standarisasi modern awal (sekitar 1950-1990).

Di era ini, perubahan penting yang terjadi pada “race bib” adalah nomor mulai lebih besar dan konsisten dipasang di dada. Materialnya lebih tahan air dan keringat.

Era ini, hanpir semua road race dan marathon sudah memakai race bib. Namun pencatatan waktu oleh juri masih manual dengan stopwatch. Oleh akrena itu hasil lomba belum terlalu presisi.

  1. Era chip timing (sekitar 1990-2010)

Revolusi besar terjadi pada bib number (race bib) di era ini. Era ini mulai muncul chip timing RFID yang dipasang di bib atau sepatu. Dengan begitu, setiap pelari akan punya catatan masing-masing terkait dengan waktu start, split time, dan finish time secara otomatis.

Di era ini, barcode juga mulai digunakan dan karena penggunaan chip timing RFID, akurasi waktu meningkat drastis (hingga milidetik).

  1. Era modern, smart bib dan digital integration (2010–sekarang)

Inilah era modern yang benar-benar bisa menjadikan lomba lari menjadi sangat fair, bahkan ketika ada peserta yang curang dengan melakukan jalan pintas atau mengendarai kendaraan, akan langsung ketahuan.

Ini era integrasi antara RFID dan QR code yang terhubung ke live tracking apps dan foto otomatis (race photography AI tagging). Dan real tracking setiap bib bisa dilakukan di smartphone sehingga bisa ketahuan live leaderboard-nya.

Halaman:

Tags

Terkini