10 Kota Terbaik untuk Slow Living di Indonesia

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Selasa, 4 November 2025 | 08:10 WIB
Ilustrasi: Slow living mengajarkan bahwa hidup bukan soal mengejar waktu, tetapi lebih kepada menikmati momen yang ada. (Freepik)
Ilustrasi: Slow living mengajarkan bahwa hidup bukan soal mengejar waktu, tetapi lebih kepada menikmati momen yang ada. (Freepik)

5. Magelang

Kota kecil dengan panorama pegunungan yang menenangkan: di antaranya dekat dengan Gunung Merapi, Gunung Merbabu dan Gunung Sumbing. 

Udara sejuk dan suasana kota yang tenang sangat cocok bagi mereka yang ingin memperlambat ritme hidup. Ditambah dengan keberadaan Candi Borobudur yang memiliki nilai historis kuat. 

6. Malang

Dikenal dengan iklim sejuk dan nuansa kota yang nyaman. Kehidupan di sini relatif tenang, ditambah akses ke pegunungan dan pantai yang beragam.

Selain itu, keberadaan kampus dan komunitas kreatif membuat kota ini hidup, tetapi tetap dengan ritme yang tak terlalu cepat. Juga memiliki banyak ruang terbuka hijau yang mendukung gaya hidup santai. 

7. Kediri

Sebuah kota yang tengah tumbuh, namun suasana slow living masih sangat terasa: lalu lintas tidak padat, interaksi masyarakat hangat, dan biaya hidup termasuk rendah.

Kediri juga dekat dengan Gunung Kelud dan beberapa kawasan pedesaan, yang memberikan opsi untuk hidup lebih dekat dengan alam tanpa kehilangan kenyamanan kota.

8. Tasikmalaya

Memiliki karakter kota menengah dengan budaya Sunda yang kental. Ritme kehidupan di sini tidak terburu-buru, dan banyak aktivitas masyarakat yang masih berbasis komunitas. 

Dengan panorama alam yang masih asri, terutama di daerah perbukitan dan persawahan, Tasikmalaya memberi pengalaman slow living yang lebih autentik. 

Baca Juga: Satu Makanan yang Paling Direkomendasikan Kardiolog untuk Jaga Jantung Kamu Tetap Sehat

9. Semarang

Meski termasuk kota besar, Semarang punya keunikan: bagian atas kota (Semarang Atas) menawarkan suasana lebih sejuk dan tenang dibanding pusat kota. 

Kehidupan masyarakatnya juga tidak seintens kota-besar lainnya seperti Jakarta atau Surabaya. Ditambah dengan keberadaan kawasan kota lama, budaya kuliner, serta akses mudah ke destinasi wisata, Semarang dapat menjadi pilihan untuk slow living dalam nuansa urban. 

10. Bali

Pulau ini sudah lama dikenal sebagai destinasi slow living kelas dunia. Banyak kawasan di luar pusat turis seperti Ubud, Canggu atau Amed yang menawarkan suasana tenang, dekat dengan alam, dan mendukung gaya hidup mindful. 

Bali bukan hanya tentang pariwisata, tetapi juga tentang kehidupan komunitas, spiritualitas, dan keseimbangan hidup yang membuat banyak orang betah menetap lebih lama.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Ruang Menyala

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X