5. Magelang
Kota kecil dengan panorama pegunungan yang menenangkan: di antaranya dekat dengan Gunung Merapi, Gunung Merbabu dan Gunung Sumbing.
Udara sejuk dan suasana kota yang tenang sangat cocok bagi mereka yang ingin memperlambat ritme hidup. Ditambah dengan keberadaan Candi Borobudur yang memiliki nilai historis kuat.
6. Malang
Dikenal dengan iklim sejuk dan nuansa kota yang nyaman. Kehidupan di sini relatif tenang, ditambah akses ke pegunungan dan pantai yang beragam.
Selain itu, keberadaan kampus dan komunitas kreatif membuat kota ini hidup, tetapi tetap dengan ritme yang tak terlalu cepat. Juga memiliki banyak ruang terbuka hijau yang mendukung gaya hidup santai.
7. Kediri
Sebuah kota yang tengah tumbuh, namun suasana slow living masih sangat terasa: lalu lintas tidak padat, interaksi masyarakat hangat, dan biaya hidup termasuk rendah.
Kediri juga dekat dengan Gunung Kelud dan beberapa kawasan pedesaan, yang memberikan opsi untuk hidup lebih dekat dengan alam tanpa kehilangan kenyamanan kota.
8. Tasikmalaya
Memiliki karakter kota menengah dengan budaya Sunda yang kental. Ritme kehidupan di sini tidak terburu-buru, dan banyak aktivitas masyarakat yang masih berbasis komunitas.
Dengan panorama alam yang masih asri, terutama di daerah perbukitan dan persawahan, Tasikmalaya memberi pengalaman slow living yang lebih autentik.
Baca Juga: Satu Makanan yang Paling Direkomendasikan Kardiolog untuk Jaga Jantung Kamu Tetap Sehat
9. Semarang
Meski termasuk kota besar, Semarang punya keunikan: bagian atas kota (Semarang Atas) menawarkan suasana lebih sejuk dan tenang dibanding pusat kota.
Kehidupan masyarakatnya juga tidak seintens kota-besar lainnya seperti Jakarta atau Surabaya. Ditambah dengan keberadaan kawasan kota lama, budaya kuliner, serta akses mudah ke destinasi wisata, Semarang dapat menjadi pilihan untuk slow living dalam nuansa urban.
10. Bali
Pulau ini sudah lama dikenal sebagai destinasi slow living kelas dunia. Banyak kawasan di luar pusat turis seperti Ubud, Canggu atau Amed yang menawarkan suasana tenang, dekat dengan alam, dan mendukung gaya hidup mindful.
Bali bukan hanya tentang pariwisata, tetapi juga tentang kehidupan komunitas, spiritualitas, dan keseimbangan hidup yang membuat banyak orang betah menetap lebih lama.
Artikel Terkait
Wajib Tahu: Kapan Sebaiknya Tidak Menggunakan KTA untuk Melunasi Utang Kartu Kredit?
Pemerintah Obral Tiket Pesawat Murah Akhir Tahun, Diskon hingga 14 Persen Mulai 22 Oktober
Anak Muda Yakin Bisa Punya Rumah dalam 10 Tahun, Meski Harga Kian Tak Terjangkau
Iuran BPJS Kesehatan Nunggak? Cek Apakah Kamu Termasuk yang Dapat Pemutihan!
Kenali Pilihan Investasi Reksa Dana dan Obligasi di PermataBank untuk Masa Depan Finansial yang Lebih Terencana
Hah, Punya Terlalu Banyak Uang Tunai Bisa Menggerogoti Kekayaan. Kok Bisa?
Ini Makna Sebenarnya di Balik Bonus Kerja yang Dirasakan Karyawan, Bukan Cuma 'Uang Lebih'
Mulailah Menyisihkan Gaji Untuk Dana Pensiun. Berikut 6 Faktor Pentingnya!
7 Red Flag Finansial yang Sering Diabaikan, Bisa Bikin Ekonomi Kamu Boncos
Jadi Ahli Waris Tapi Kok Malah Bayar Utang Orang yang Meninggal?