Ogah Dikira KKN, Wulan Guritno Tolak Pilih Shaloom Razade Jadi Peran Utama 'Malam 3 Yasinan'

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Kamis, 18 Desember 2025 | 22:43 WIB
Wulan Guritno akhirnya menerima putrinya, Shaloom Razade (kiri) untuk ikut bermain dalam film "Malam 3 Yasinan". (Instagram @wulanguritno)
Wulan Guritno akhirnya menerima putrinya, Shaloom Razade (kiri) untuk ikut bermain dalam film "Malam 3 Yasinan". (Instagram @wulanguritno)

PejuangKantoran.com - Selang sembilan tahun dari film terakhir yang diproduksi Alkimia Production, rumah produksi milik Wulan Guritno itu merilis film Malam 3 Yasinan.

Sebagai produser, Wulan langsung tidak setuju ketika sutradara Yannie Sukarya tertarik mengajak putri sulungnya, Shaloom Razade, bermain di film ini.

Wulan tidak mau dianggap KKN karena memberi peluang pada “orang dalam” di filmnya sendiri. Aktris kelahiran London, 14 April 1981 ini bahkan sempat menawarkan nama-nama pemain lain untuk dicoba casting. Harapannya, yang mendapat peran adalah aktris lain.

Baca Juga: Batal Pensiun, Ayustina Delia Priatna Buktikan Masih Terdepan di Lintasan Balap Sepeda SEA Games 2025

“Sudah aku note jangan Shaloom lah! Malas aja gitu dengan suara-suara sumbang. Di film ibunya, yang main anaknya!” tukas Wulan Guritno dengan tegas, saat konferensi pers Malam 3 Yasinan di Luc Coffee, Jakarta, Kamis (11/12/2025).

Namun, Yannie diam-diam tetap mengajak Shaloom untuk ikut audisi film ini. Menurutnya, aktris berusia 27 tahun itu adalah pemain paling tepat untuk memerankan peran ganda, Sara dan Samira di film.

“Waktu Yannie bilang, ‘Kak, aku sudah menentukan dan sudah memilih. Aku kayaknya nggak mau cari lagi dan nggak mau ganti orang lagi. Shaloom, gitu. Trus, ya, mau bagaimana lagi? Sutradaranya sudah percaya.

"Yang pasti, di lubuk hati, aku bangga dia lolos dari semua yang ikut casting. Mungkin aura yang paling kuat menjadi Sarah dan Samira, dan dia bisa memerankan keduanya. Jadi, ada rasa bangga sebagai ibu!” ujar Wulan.

Sebagai ibu, Wulan mengaku tidak mau ikut campur terlalu dalam apa yang ingin dikerjakan anaknya. Saat Shaloom mengikuti jejaknya berkarir di dunia akting, pesannya pada Shaloom sederhana saja.

“Ada kekhawatiran juga gitu. Makanya, aku titip pesan sama dia. ‘Kakak, serius tidak?'. Aku tanya lagi sebelum beneran mulai. 'Kamu beneran serius? Capek loh kak prosesnya!’. Karena dia kan nggak hanya memainkan satu peran, tetapi dua peran!” tambah Wulan.

Baca Juga: Kalau Ada Lowongan Kerja Freelance Documentation (Photo dan Video) di Liberty Society, Mau Nggak?

Pada saat Shaloom terpilih, Wulan menempatkan diri sebagai produser, bukan sebagai ibu. Begitu juga ketika ia harus berakting dalam satu frame dengan sang anak di film ini. Wulan pun memperlakukan Shaloom sebagai lawan mainnya.

“Di lapangan, aku memberlakukan diriku bukan sebagai ibu tetapi sebagai rekan kerja. Kadang-kadang, kita berdiskusi sebagai sesama aktor!”

Kisah Malam 3 Yasinan diawali dengan kembalinya Samira (Shaloom Razade) ke kediaman keluarga besar Djoyodiredjo setelah dikejutkan oleh berita kematian mendadak saudara kembar identiknya, Sara.

Samira sebelumnya memilih menjauh dari rumah Opa Hendra Djoyodiredjo (Piet Pagau) tersebut karena lelah dengan konflik warisan yang melibatkan ayahnya, Ari (Baim Wong), bersama kedua istrinya, Lana (Amanda Gratiana) dan Layla (Wulan Guritno).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X