Rio Dewanto Kangen Soto Banjar dan Ketupat Kandangan Usai Syuting 'Kuyank' Selama Sebulan Lebih

photo author
Syanne Susita, Pejuang Kantoran
- Senin, 5 Januari 2026 | 15:30 WIB
Kuyank, yang dibintangi Rio Dewanto, mengangkat kisah forklor legendaris dari Kalimantan. (IMDb)
Kuyank, yang dibintangi Rio Dewanto, mengangkat kisah forklor legendaris dari Kalimantan. (IMDb)

PejuangKantoran.com - Membuka tahun 2026, akting Rio Dewanto bisa dinikmati lewat film Kuyank, film yang mengangkat cerita folklor legendaris dari Kalimantan. Rio berperan sebagai Badri, seorang suami yang mendapat tekanan adat dan ramalan buruk di Kalimantan Selatan.

Aktor 38 tahun ini tertarik bergabung dalam proyek film ini karena ajakan sutradara film, Johansyah Jumberan, yang sebelumnya sukses menggarap Saranjana: Kota Ghaib.

“Gue senang melihat Joe. Dia sebagai putra daerah yang berasal dari jauh, datang ke Jakarta, benar-benar dari anak kos, mencoba membawa dan mengangkat daerahnya.

Baca Juga: Apa Saja yang Terkena Potongan Pajak PPh 21 seperti yang Tertera di Slip Gaji Karyawan?

"Kerja kerasnya juga sudah dibuktikan dengan kesuksesan Saranjana, dan, menurut saya itu patut diapresiasi!’ ujar Rio Dewanto, saat konferensi pers Kuyank di Signature Park Grande Apartment, Jakarta, Senin (22/12/2025) lalu.

Talenta lokal

 

Untuk mendalami karakternya, Rio mengaku tidak memiliki metode atau ritual khusus. Soal dialog dengan dialek Banjar, ia mengaku sangat dibantu oleh sutradara film.

Selain itu, ia juga banyak melakukan observasi lewat interaksinya dengan warga setempat.

“Ketika saya melakukan sebuah peran yang secara karakter berjarak dengan kehidupan asli saya, saya mencoba untuk mendekatkan dengan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Punya Pengalaman dalam Sistem Penggajian? PT Kao Indonesia Buka Lowongan Compensation and Benefit Executive

"Ketika tidak ada jadwal syuting, saya bertemu dengan teman-teman di sana, main tenis bareng, nongkrong dan ngobrol, supaya saya tahu keseharian mereka, cara mereka bicara, seperti apa interaksi mereka dan apa saja yang mereka bahas!”

Terlibat di film Kuyank juga membuat Rio Dewanto punya kesempatan bekerja sama dengan banyak talenta berbakat dari Kalimantan yang belum kenal sebelumnya. Ia takjub dengan talenta-talenta daerah ini.

“Kalimantan punya banyak pemain yang kualitas dan metode akting yang luar biasa, seperti Bayu Bastari, yang di sana juga mengajar akting. Lalu ada Ipul Harry dan teman-teman content creator di sana yang punya followers jutaan.

"Kita di Jakarta tidak terlalu mendengar nama mereka karena mereka menggunakan bahasa lokal. Jadi, kepopuleran mereka di Kalimantan sudah kayak Michael Jackson!” selorohnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X