PejuangKantoran.com - Membuka tahun 2026, akting Rio Dewanto bisa dinikmati lewat film Kuyank, film yang mengangkat cerita folklor legendaris dari Kalimantan. Rio berperan sebagai Badri, seorang suami yang mendapat tekanan adat dan ramalan buruk di Kalimantan Selatan.
Aktor 38 tahun ini tertarik bergabung dalam proyek film ini karena ajakan sutradara film, Johansyah Jumberan, yang sebelumnya sukses menggarap Saranjana: Kota Ghaib.
“Gue senang melihat Joe. Dia sebagai putra daerah yang berasal dari jauh, datang ke Jakarta, benar-benar dari anak kos, mencoba membawa dan mengangkat daerahnya.
Baca Juga: Apa Saja yang Terkena Potongan Pajak PPh 21 seperti yang Tertera di Slip Gaji Karyawan?
"Kerja kerasnya juga sudah dibuktikan dengan kesuksesan Saranjana, dan, menurut saya itu patut diapresiasi!’ ujar Rio Dewanto, saat konferensi pers Kuyank di Signature Park Grande Apartment, Jakarta, Senin (22/12/2025) lalu.
Talenta lokal
Untuk mendalami karakternya, Rio mengaku tidak memiliki metode atau ritual khusus. Soal dialog dengan dialek Banjar, ia mengaku sangat dibantu oleh sutradara film.
Selain itu, ia juga banyak melakukan observasi lewat interaksinya dengan warga setempat.
“Ketika saya melakukan sebuah peran yang secara karakter berjarak dengan kehidupan asli saya, saya mencoba untuk mendekatkan dengan masyarakat sekitar.
"Ketika tidak ada jadwal syuting, saya bertemu dengan teman-teman di sana, main tenis bareng, nongkrong dan ngobrol, supaya saya tahu keseharian mereka, cara mereka bicara, seperti apa interaksi mereka dan apa saja yang mereka bahas!”
Terlibat di film Kuyank juga membuat Rio Dewanto punya kesempatan bekerja sama dengan banyak talenta berbakat dari Kalimantan yang belum kenal sebelumnya. Ia takjub dengan talenta-talenta daerah ini.
“Kalimantan punya banyak pemain yang kualitas dan metode akting yang luar biasa, seperti Bayu Bastari, yang di sana juga mengajar akting. Lalu ada Ipul Harry dan teman-teman content creator di sana yang punya followers jutaan.
"Kita di Jakarta tidak terlalu mendengar nama mereka karena mereka menggunakan bahasa lokal. Jadi, kepopuleran mereka di Kalimantan sudah kayak Michael Jackson!” selorohnya.
Artikel Terkait
Sering Disimpan “Buat Siapa Tahu Perlu”? Ini Barang di Rumah yang Justru Lebih Baik Dibuang
Ryan Coogler Ungkap Cerita Asli Black Panther 2 Sebelum Chadwick Boseman Wafat
Ramalan Karier 2026: Zodiak Mana yang Diprediksi Akan Menang Besar di Tempat Kerja
BPOM Temukan Kopi Ilegal Berbahaya yang Bisa Sebabkan Gagal Ginjal dan Masalah Jantung
Pasar Digital Healthcare Diperkirakan Mencapai Lebih dari 1 Miliar USD di Tahun 2035. Berikut Kebutuhan Profesionalnya!
7 Manfaat "Nggak Mikirin" Pekerjaan Usai Jam Kantor yang Wajib Diketahui dari Bawahan Hingga Bos
Waspadai "Pencuri" yang Satu Ini Karena Sering Kamu Lakukan Tapi Tidak Kamu Sadari!