Bagi Yang Supersibuk, Terapkan Teknik Tidur R90 ala Pemain Elit Liga Sepak Bola Eropa Untuk Kulitas Tidur Terbaik

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 19 Mei 2025 | 16:20 WIB
Ilustrasi: Kualitas tidur yang sangat baik menentukan performa atlet-atlet elit. (Vadym Drobot)
Ilustrasi: Kualitas tidur yang sangat baik menentukan performa atlet-atlet elit. (Vadym Drobot)

Pejuangkantoran.comTidur yang berkualitas adalah salah satu upaya yang dilakukan pada atlet=atlet profesional agar performanya terjaga. Salah satu teknik tidur yang diterapkan pada atlet profesional adalah The R90 Technique.

Teknik tidur yang dikembangkan oleh Nick Littlehales, seorang pelatih tidur profesional, ini bertujuan untuk mengoptimalkan kualitas tidur seseorang dengan menyesuaikan siklus alami tubuh, bukan sekadar fokus pada jumlah tidur.

Inti dari The R90 technique ini adalah fokus pada siklus tidur 90 menit. Menghitung waktu tidur dari waktu bangun lalu menghitung mundur dengan kelipatan 90 menit.

Kemudian melakukan pre sleep routine, ritula pengondisian tubuh dan mental sebelum tdiur. Melakukan tidur siang singkat. Serta mengatur lingungan tdiur yang optimal.

Nick Littlehales telah menerapkan teknik tidur ini di sejumlah pemain sepak bola di Premiere League serta klub sepak bola elit Eropa. Tidur telah terbukti menjadi kunci performa atletik, pemulihan, dan ketahanan fisik dan mental.

Dalam olahraga di level tertinggi, perbedaan kecil sangat menentukan. Dan kualitas tidur adalah salah satu faktor yang bisa meningkatkan atau menghancurkan performa pemain.

Baca Juga: 5 Inti Metode Manajemen Tidur ala Pelatih Tidur Premiere League Membuat Tidurmu Berkualitas

Mengapa klub-klub besar seperti liga-liga sepakbola elit di Eropa melakukan ini? berikut penjelasannya:

  1. Pemulihan Fisik Maksimal
  • Dalam sepak bola, pemain mengalami microtrauma otot setiap pertandingan atau latihan. Tidur adalah waktu di mana pertumbuhan otot dan perbaikan jaringan terjadi secara optimal.
  • Nick Littlehales membantu pemain menyesuaikan pola tidur mereka dengan jadwal pertandingan yang padat, termasuk saat harus bermain malam atau melakukan perjalanan internasional.
  1. Fungsi Otak dan Fokus di Lapangan
  • Reaksi cepat, pengambilan keputusan, dan konsentrasi adalah aspek vital dalam pertandingan.
  • Kurang tidur bisa mengganggu fungsi eksekutif otak, menyebabkan kesalahan taktis, keterlambatan reaksi, atau bahkan cedera.

Contoh: Nick bekerja dengan pemain seperti Cristiano Ronaldo untuk mengatur ritme tidur siang, power naps, dan kualitas tidur malam.

Baca Juga: 6 Tips untuk Meningkatkan Kualitas Tidur berdasarkan Jenis Pekerjaan Kamu

  1. Pendekatan Ilmiah terhadap Performa
  • Klub-klub modern seperti Manchester United, Real Madrid, Arsenal, dan tim nasional Inggris mulai mengadopsi pendekatan ilmiah pada segala aspek: nutrisi, psikologi, biomekanik, dan tidur menjadi bagian penting dalam performance science.
  1. Jadwal yang Sangat Padat dan Jet Lag
  • Pemain elit sering:
    • Bermain 2–3 kali seminggu;
    • Melakukan perjalanan lintas zona waktu (Eropa, Asia, Amerika);
    • Menghadapi tekanan media, fans, dan tuntutan klub.

Misal, Nick membantu membuat strategi "recovery sleep window" yang fleksibel dan individual, bukan sekadar menyuruh tidur 8 jam.

  1. Lingkungan Tidur yang Disesuaikan
  • Nick bahkan mengatur:
    • Jenis kasur dan bantal berdasarkan postur tidur pemain;
    • Tata cahaya dan suhu kamar;
    • Ritual pre-sleep di hotel saat tanding tandang.

Baca Juga: Tips Agar Tidur Siangmu Maksimal dan Badan Lebih Bugar

Beberapa klub dan pemain yang memanfaatkan pelatih tidur seperti Nick Littlehales:

  • Manchester United (era Sir Alex Ferguson);
  • Real Madrid;
  • Tim Nasional Inggris;
  • Cristiano Ronaldo (diketahui tidur 5 kali sehari dalam 90 menit siklus, bukan satu tidur panjang);
  • Beberapa pemain NFL, NBA, dan tim F1 juga mengadopsi model serupa.

Di tingkat elit, tidur bukan hanya pemulihan, tapi strategi kompetitif. Pelatih tidur seperti Nick Littlehales menjadi kunci untuk menjaga daya tahan, mengurangi risiko cedera, meningkatkan performa otak, dan membantu atlet mengelola stres.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X