PejuangKantoran.com - Di dapur, kita sering merasa plastik adalah jawaban paling praktis untuk semua urusan penyimpanan makanan. Ringan, murah, mudah ditumpuk—rasanya tidak ada alasan untuk tidak menggunakannya. Tapi kenyataannya, tidak semua makanan cocok bersinggungan dengan plastik.
Ada jenis-jenis tertentu yang justru akan lebih cepat rusak, berubah rasa, atau bahkan berisiko bagi kesehatan bila dibiarkan terlalu lama di dalamnya.
Semua berawal dari karakter plastik itu sendiri: ia mudah menangkap panas, memerangkap kelembapan, dan sering kali tidak memberi ruang bagi makanan untuk “bernapas”. Ketika uap, air, atau gas yang keluar dari makanan terperangkap di dalamnya, makanan berubah lebih cepat daripada yang kita duga.
Baca Juga: 8 Hal yang Perlu Kamu Pertimbangkan Sebelum Memutuskan untuk Pindah-Pindah Kerja alias Job Hopping
1. Daging & Unggas Mentah
Daging atau ayam mentah sering mengeluarkan cairan (darah, jus daging) dan jika disimpan dalam plastik, cairan ini dapat menumpuk di bagian bawah atau penutup, menciptakan lingkungan lembap, tempat ideal bagi bakteri seperti Salmonella atau E. coli berkembang cepat.
Rekomendasi: Gunakan wadah kaca dengan penutup rapat atau bungkus daging dengan kertas butcher/paper khusus; simpan di rak paling bawah di kulkas agar tidak menetes ke makanan lain.
2. Produk Susu Segar (Soft Dairy / Dairy Products)
Produk susu seperti keju lunak, yogurt, atau keju segar sebaiknya tidak disimpan dalam wadah plastik standar. Plastik bisa menahan kelembapan dan menciptakan kondisi anaerobik yang mempercepat pertumbuhan jamur atau bakteri, serta memperpendek masa simpan.
Rekomendasi: Simpan dalam kemasan asli jika memungkinkan, atau pindahkan ke wadah dengan sirkulasi udara baik, misalnya bungkus dengan kertas perkamen atau kertas keju, lalu tempatkan di kulkas.
3. Buah-buahan yang Menghasilkan Gas Etilen (Seperti Pisang, Tomat, Apel, dsb.)
Buah-buah seperti pisang, tomat, atau apel menghasilkan gas etilen saat matang. Bila buah tersebut dimasukkan ke dalam wadah plastik tertutup rapat, gas ini terperangkap, menyebabkan buah cepat overripe, berubah tekstur, berjamur, dan rusak lebih cepat.
Rekomendasi: Simpan buah-buahan ini di keranjang terbuka atau wadah berlubang/berpori agar gas bisa keluar dan peredaran udara tetap ada.
Baca Juga: IKN Resmi Jadi Ibu Kota Politik pada 2028, ASN Mulai Pindah di 2025
Artikel Terkait
Lagi Naik Daun, Benarkah Roti Sourdough Lebih Sehat?
Pemain Padel Harap Hati-Hati! Ini 7 Cedera yang Paling Umum Bisa Kamu Alami
4 Pemanasan atau Warming Up serta Manfaatnya Sebelum Kamu Bermain Padel Agar Tidak Cedera
7 Makanan Terlarang untuk Dipanaskan di Microwave
Cara Paling Tepat untuk Makan Buah Naga
Waspada Dengan Perilaku Menjatuhkan di Tempat Kerja. Kenali Tanda-Tandanya dan Cara Mengatasinya!
Perasaan Insecure Itu Wajar Apabila Kamu Berada Dalam 5 Kondisi Berikut Ini!
7 Hal yang Menunjukkan Bahwa Perasaan Insecure Kamu Sudah Tidak Wajar!
8 Langkah Sederhana Cara Mengatasi Mengatasi Rasa Insecure Kamu
Agar Tak Terulang Kasus Tumbler Ini 10 Cara Menghindari Terlibat Dalam Cancel Culture