Waspada! Kue Kering Lebaran Bisa Jadi "Musuh" Program Diet Kamu!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Kamis, 19 Maret 2026 | 12:20 WIB
Kue kering Lebaran memang enak, namun wasapada ia ternyata  (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Kue kering Lebaran memang enak, namun wasapada ia ternyata (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
  1. Kue Semprit / Sagu Keju

Komposisi utama: tepung (terigu/sagu), mentega, gula

  • Energi: ± 480–530 kkal;
  • Lemak: 25–30 g;
  • Karbohidrat: 55–65 g;
  • Gula: sedang–tinggi;
  • Protein: rendah (3–5 g).
  1. Lidah Kucing

Komposisi utama: putih telur, gula, mentega, tepung

  • Energi: ± 450–500 kkal;
  • Lemak: 20–25 g;
  • Karbohidrat: 60–70 g;
  • Gula: tinggi;
  • Protein: 5–7 g.

Baca Juga: Kue-Kue Khas Lebaran ini Bukan Asli Indonesia! Ada yang Diubah Ukurannya, Ada yang Diubah Isinya

“Musuh” Program Diet

Secara umum, kue-kue kering Lebaran ini tinggi kalori, didominasi lemak dan gula, rendah protein dan serat, dan indeks glikemik tinggi.

Semua kue ini mempunyai kandungan kalori tinggi, kisaran 450–550 kkal/100 g. Ini setara dengan ± 2 porsi nasi plus lauk sederhana
Artinya, hanya dengan makan 5–6 keping kecil saja sudah signifikan kalorinya.

Dominasi lemak kue kering ini terutama berasal dari mentega/margarin (lemak jenuh). Sedang kandungan gulanya dari lemak dan gula pasir, gula halus, selai

Kombinasi keduanya cepat menaikkan energi dan mudah menyebabkan kelebihan kalori (weight gain). Kelebihan kalori ini oleh tubuh akan disimpan sebagai lemak.

Lalu, protein kue kering lebaran ini relatif kecil (kecuali kastengel) dan serat hampir tidak ada

Akibatnya, meskipun makan banyak tidak terlalu mengenyangkan, sehingga mudah mendorong “overeat” alias makan banyak. “Musuh” program diet kamu.

Indeks glikemik kue-kue Lebaran seperti ini cenderung tinggi, terutama pada nastar dan putri salju. Ketika mengonsumsinya (apalagi ketika over eat) bisa mendorong lonjakan gula darah cepat, namun cepat lapar kembali sehingga membuat orang ingin makan lagi.

Baca Juga: Kalori dalam Bumbu Kacang Pasti Bikin Kamu Pikir-pikir Saat Menyantap Gado-gado dan Sate Ayam!

Kalau ini musuh dari diabetes,

Makan kue kering Lebaran secara berlebihan bisa berdampak pada:

  • Kenaikan berat badan.
  • Risiko gangguan gula darah, apalagi bagi yang usianya di atas 50 tahun.
  • Kolesterol meningkat (lemak jenuh tinggi).
  • Nyeri sendi bisa terasa lebih berat (karena inflamasi ringan dari diet tinggi gula/lemak).

Lalu, apakah kita tidak boleh makan kue kering Lebaran? Tentu saja tidak. Menikmati suguhan camilan khas Lebaran seperti ini sah-sah saja. Yang harus diperhatikan adalah jumlahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X