PejuangKantoran.com - Banyak orang masih bingung soal tanggal kedaluwarsa pada makanan. Sebagian menganggap semua makanan langsung harus dibuang begitu melewati tanggal, sementara yang lain justru tetap mengonsumsinya selama terlihat “baik-baik saja”. Faktanya, tidak semua makanan memiliki risiko yang sama.
Menurut para ahli yang dikutip Real Simple, sebagian makanan memang masih aman dikonsumsi setelah tanggal tertentu, terutama produk kering atau olahan.
Namun, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak pernah dikonsumsi setelah melewati tanggal kedaluwarsa, karena berisiko tinggi terhadap kesehatan.
Baca Juga: Bawang Putih Bertunas, Masih Aman Dimakan atau Harus Dibuang?
Masalah utama dari makanan kedaluwarsa bukan hanya soal rasa atau kualitas, tetapi potensi pertumbuhan bakteri berbahaya seperti Salmonella, E. coli, hingga Listeria. Bakteri ini tidak selalu bisa dideteksi dari bau atau tampilan, sehingga makanan yang tampak “normal” pun tetap bisa berbahaya.
Karena itu, untuk beberapa jenis makanan, tanggal kedaluwarsa bukan sekadar panduan kualitas melainkan batas keamanan.
Baca Juga: Banyak Gerainya yang Tutup, Salah Satu Pemegang Waralaba Domino's Pizza Nyatakan Bangkrut
Makanan yang Harus Dihindari Setelah Kedaluwarsa
Beberapa jenis makanan yang masuk kategori berisiko tinggi antara lain:
-
Daging mentah
Daging seperti ayam, sapi, atau babi sangat rentan ditumbuhi bakteri berbahaya setelah melewati tanggal kedaluwarsa. Konsumsi daging yang sudah tidak segar dapat menyebabkan keracunan makanan serius. -
Ikan dan seafood
Produk laut termasuk yang paling cepat rusak. Bahkan dalam kondisi dingin, ikan hanya bertahan dalam waktu singkat. Setelah kedaluwarsa, risiko kontaminasi meningkat drastis. -
Daging olahan (deli meat)
Makanan seperti ham atau smoked beef bisa mengandung bakteri Listeria yang tetap bisa berkembang meski disimpan di kulkas. -
Salad kemasan siap makan
Sayuran dalam kemasan mudah terkontaminasi bakteri karena proses produksi dan penyimpanan. Risiko meningkat saat melewati tanggal kedaluwarsa. -
Keju tidak dipasteurisasi
Jenis keju tertentu memiliki kadar air tinggi dan lebih mudah menjadi tempat berkembangnya bakteri berbahaya. -
Jamur
Jamur yang sudah tidak segar bisa menghasilkan racun atau mikroorganisme berbahaya yang tidak selalu terlihat.Artikel Selanjutnya
Perut Keroncongan, Meski Memalukan Tapi Ternyata Mekanisme Sehat Tubuh Kita
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.Tags
Artikel Terkait
Perut Keroncongan, Meski Memalukan Tapi Ternyata Mekanisme Sehat Tubuh Kita
Sepatu Lari DIpakai Untuk Kerja Kantoran? Pahami Sejumlah Hal Ini Lebih Dulu Supaya Tidak Merugikan Performa Larimu!
7 Makanan Tak Terduga yang Ternyata Baik untuk Jantung
5 Minuman Hangat Pengganti Kopi yang Aman Diminum Saat Flu
Siapa yang Paling Susah Berhenti Scrolling padahal Sudah Mengantuk dan Harusnya Tidur?
Siapkan Bekal Berikut Ini Agar Tetap Konsentrasi Selama Mengemudi Mobil Ketika Mudik Lebaran!
Olah Raga Ringan yang Wajib Kamu Lakukan untuk Relaksasi Bagi yang Mengemudi Mobil pada Mudik Lebaran Ini
Diam-Diam Mengintai: Pola Makan yang Bisa Merusak Ginjal di Usia Muda
Waspada! Kue Kering Lebaran Bisa Jadi "Musuh" Program Diet Kamu!
Bawang Putih Bertunas, Masih Aman Dimakan atau Harus Dibuang?