Event pertama kompetisi HYROX diselenggarakan di Hamburg pada tahun 2017 . Kompetisi ini diikuti oleh sekitar 650 orang.
Dari event pertama ini saja sudah bisa langsung dilohat bahwa olahraga ini formatnya menarik dan scalable untuk event besar. Tak heran bila dalam waktu singkat, HYROX sudah berkembang pesat.
Dari Jerman lalu menyebar ke Eropa, Amerika Serikat, dan Asia. Saat ini sudah ada event internasional lebih dari 80 event per tahun dengan ratusan ribu peserta secara global.
HYROX masuk ke Indonesia pada awal 2020-an. Saat ini tahapnya masih dalam komunitas dan event-event simulasi.
Meskipun begitu, sudah ada atlet Indonesia yang ikut event regional (misalnya di Singapura).
Pemula Hingga Pro
Yang mendorong HYROX cepat berkembang adalah karena format selalu sama di semua negara sehingga bisa dibandingkan antar atlet (seperti marathon).
HYROX ini punya ciri khas yang selalu dijaga konsisten. Standarisasi tinggi dengan urutan workout sama di semua event. Olahraga ini juga aksesibel, bisa dimainkan orang tanpa skill teknis yang tinggi, berbeda dari CrossFit.
Yang juga menarik, HYROX bisa diselenggarakan di dalam ruangan, misal di hall besar.
Baca Juga: Baru Mau Mulai Lari? Kenali dan Pahami Lebih Dahulu Beberapa Istilahnya Berikut Ini! Semangat!
HYROX sendiri punya beberapa kategori, yaitu:
- Open (Umum)
Ini adalah kategori standar untuk mayoritas peserta. Cocok untuk pemula atau atlet rekreasional karena beban dan repetisi level menengah dan tidak butuh pengalaman kompetisi
- Pro
Ini kategori tingkat lanjut / kompetitif. Di kategori ini beban lebih berat, beberapa workout lebih menantang, dan tuntutan standar performa yang lebih tinggi. Oleh karena itu, ini cocok untuk atlet berpengalaman target ranking / kompetisi serius
- Doubles
Ini kategori yang dikerjakan oleh 2 orang dalam 1 tim. Formatnya, lari tetap dilakukan bersama, namun workout: boleh dibagi (sharing repetition). Kategori ini lebih ringan secara beban individu dan bisa saling menutupi kelemahan.
Jika kamu pasangan latihan, pemula yang ingin “coba dulu” dan transisi dari non-kompetitif ke kompetitif, maka kategori ini sesuai.
Artikel Terkait
Pantas Perut Six Pack-mu Nggak Terwujud, Artis-artis Ini Mulai Nge-gym Jam 4 Pagi!
7 Tips buat yang Baru Pertama Nge-Gym (Salah Satunya Fokus pada Teknik yang Benar)
Tak Hanya Bagus Sebagai Menu Buka Puasa dan Sahur Kurma Menurut Dokter Tirta Juga Cocok Jadi Pre Workout Meal
Protein Sangat Dibutuhkan Dalam Olah Raga Endurance Seperti Lari. Berikut Rumus Kebutuhan Per Harinya!
8 Panduan Praktis Bagi Weekend Runner Agar Tetap Aman dan Sehat Dalam Latihan Lari
Latihan Lari di Treadmill vs Outdoor, Mana yang Lebih Unggul? Berikut Tinjauan dari Sejumlah Aspek!