Prinsip “melawan arah” ini banyak digunakan dalam pedoman keselamatan transportasi di sejumlah negara seperti Amerika Serikat lewat NHTSA (National Highway Traffic Safety Administration), Inggris melalui Highway Code, Asutralia, Kanda, Jepang, dan sejumlah negara di Eropa. Di negara-negara ini menganjurkan “Walk/run facing traffic if no sidewalk is available.”
Bahkan prinsip ini menjadi bagian dari gerakan keselamatan jalan dunia. WHO, World Bank, hingga FIA Foundation aktif mendorong pedestrian safety karena jumlah korban pejalan kaki (pelari) sangat tinggi.
WHO mencatat, lebih dari 270 ribu pejalan kaki meninggal tiap tahun secara global, dan sekitar seperempat kematian kecelakaan jalan adalah pedestrian. Oleh karena itu, edukasi soal “melawab arah” dan menghadap kendaraan, memakai reflector, ada eye contact dengan pengendara, visibility, dan penggunaan trotoar menjadi bagian dari kampanye global road safety.
Sayangnya, di Indonesia prinsip ini belum tersosialisasikan secara meluas sehingga pemahaman dari sisi keselamatan pelari (pejalan kaki) belum banyak diketahui. Oleh karena itu, mulai sekarang sebarkan prinsip keselamatan di jalan raya bagi pelari (pejalan kaki) dengan prinsip “melawan arah”. ***
Artikel Terkait
Lakukan 10 Gerakan Pemanasan Berikut Ini Sebelum Kamu Lari
Bagi Kamu Yang Pelari, Lakukan Juga Latihan Kekuatan. Berikut ini Latihan Yang Harus Kamu Lakukan
Bagi Yang Semula Mager dan Ingin Jadi 5K Finisher, Program C25K Ini Cocok Buat Kamu!
Lari di Pagi, Sore, atau Malam Hari, Manakah yang Lebih Baik Bagi Kamu?
Kena Side Stitch atau "Suduken" Saat Lari? Tenang, Tidak Berbahaya Kecuali Jika Ada Sejumlah Hal Berikut Ini!