Lari "Melawan Arah" Itu Lebih Aman Bagi Pelari dan Pengguna Jalan Raya Lainnya. Simak Alasannya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 19 Mei 2026 | 14:20 WIB
Berlari dengan melawan arah arus kendaraan di jalan raya ternyata lebih aman daripada sebaliknya. Ada syarat-syaratnya. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Berlari dengan melawan arah arus kendaraan di jalan raya ternyata lebih aman daripada sebaliknya. Ada syarat-syaratnya. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Prinsip “melawan arah” ini banyak digunakan dalam pedoman keselamatan transportasi di sejumlah negara seperti Amerika Serikat lewat NHTSA (National Highway Traffic Safety Administration), Inggris melalui Highway Code, Asutralia, Kanda, Jepang, dan sejumlah negara di Eropa. Di negara-negara ini menganjurkan “Walk/run facing traffic if no sidewalk is available.”

Bahkan prinsip ini menjadi bagian dari gerakan keselamatan jalan dunia. WHO, World Bank, hingga FIA Foundation aktif mendorong pedestrian safety karena jumlah korban pejalan kaki (pelari) sangat tinggi.

WHO mencatat, lebih dari 270 ribu pejalan kaki meninggal tiap tahun secara global, dan sekitar seperempat kematian kecelakaan jalan adalah pedestrian. Oleh karena itu, edukasi soal “melawab arah” dan menghadap kendaraan, memakai reflector, ada eye contact dengan pengendara, visibility, dan penggunaan trotoar menjadi bagian dari kampanye global road safety.

Sayangnya, di Indonesia prinsip ini belum tersosialisasikan secara meluas sehingga pemahaman dari sisi keselamatan pelari (pejalan kaki) belum banyak diketahui. Oleh karena itu, mulai sekarang sebarkan prinsip keselamatan di jalan raya bagi pelari (pejalan kaki) dengan prinsip “melawan arah”. *** 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, nhtsa.gov

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X