4. Detak jantung terasa aneh
Yang kamu rasakan bukan sekadar detak jantung yang tinggi. Wajib waspada jika:
- jantung “meloncat-loncat”,
- ritme tidak teratur,
- terasa berhenti sesaat lalu menghentak,
- HR sangat tinggi padahal pace ringan,
- atau HR tiba-tiba turun drastis saat masih bergerak.
Banyak pelari terlalu fokus pace, padahal HR abnormal sering menjadi sinyal awal masalah.
5. Kelelahan ekstrem yang terasa “tidak normal”
Beda antara capek karena latihan vs tubuh sedang bermasalah. Contoh:
- easy run terasa seperti long run,
- kaki tiba-tiba kosong total,
- tubuh seperti kehilangan tenaga mendadak,
- muncul rasa lemah yang “aneh”.
Pelari yang sudah berpengalaman biasanya bisa membedakan antara “capek biasa” vs “ada sesuatu yang tidak beres.” Kalau muncul feeling seperti itu, jangan dipaksa, segera istirahat.
Baca Juga: Pentingnya Mengukur Resting Heart Rate Kamu, Alasan, dan Manfaat Mengetahuinya
6. Mual berat, muntah, atau menggigil
Gejala ini sering muncul pada saat:
- heat exhaustion,
- dehidrasi,
- gangguan elektrolit,
- atau tubuh yang sedang melawan infeksi.
Kondisi seperti ini sering muncul apalagi saat cuaca panas, kurang minum, atau baru sembuh sakit.
7. Nyeri tajam pada lutut, betis, pinggul, atau tulang
Wajib waspada terutama jika nyerinya tajam, mengubah gait/cara berlari, makin sakit tiap langkah. Jangan memakai mentalitas dan menormalisasi pemikiran seperti ini: “Nanti juga hilang setelah panas.”
Jangan remehkan gejala tersebut, karena gejala itu sering menjadi awal dari:
- stress fracture,
- cedera tendon,
- IT band syndrome,
- atau cedera overuse lain.
IT Band Syndrome (Iliotibial Band Syndrome/ITBS) adalah cedera overuse yang terjadi ketika pita jaringan ikat panjang di sisi luar paha, disebut iliotibial band, mengalami iritasi atau peradangan akibat gesekan berulang, terutama saat berlari.
8. Demam, flu, atau tubuh sedang tidak fit
Artikel Terkait
Pentingnya Mengukur Resting Heart Rate Kamu, Alasan, dan Manfaat Mengetahuinya
6 Tanda Tak Terduga Kamu Kurang Minum Air Atau Dehidrasi dan Cara Mengatasinya
Satu Makanan yang Paling Direkomendasikan Kardiolog untuk Jaga Jantung Kamu Tetap Sehat
Berbagai Cedera Lutut dalam Olah Raga Lari, Penyebab, Tanda Awal, dan Cara Pencegahannya
9 Langkah Praktis yang Bisa Kamu Lakukan untuk Mengurangi DOMS atau Nyeri dan Kaku Otot Setelah Olah Raga.
Lari "Melawan Arah" Itu Lebih Aman Bagi Pelari dan Pengguna Jalan Raya Lainnya. Simak Alasannya!