7 Alasan Mengapa Latihan Easy Run Membuat Lari Marathon Menjadi Aman

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Jumat, 26 Juni 2026 | 15:36 WIB
Latihan easy run secara intensif akan meningkatkan fondasi larimu sehingga bisa menyelesaikan marathon dengan aman. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Latihan easy run secara intensif akan meningkatkan fondasi larimu sehingga bisa menyelesaikan marathon dengan aman. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Alasn Penting Untuk Marathon

Mengapa easy run penting untuk latihan menghadapi marathon? Berikut alasannya:

  1. Membangun "mesin aerobik" tubuh

Marathon adalah lomba yang hampir seluruh energinya berasal dari sistem aerobik. Saat melakukan easy run secara rutin, tubuh beradaptasi dengan cara:

  • Menambah jumlah kapiler (pembuluh darah kecil) di otot.
  • Meningkatkan jumlah dan efisiensi mitokondria (pembangkit energi sel).
  • Meningkatkan kemampuan jantung memompa darah.
  • Meningkatkan kemampuan otot menggunakan oksigen.

Akibatnya, kamu bisa berlari lebih jauh dengan usaha yang lebih ringan.

  1. Melatih tubuh membakar lemak

Dalam marathon, cadangan karbohidrat (glikogen) terbatas. Easy run membantu tubuh:

  • Lebih efisien menggunakan lemak sebagai bahan bakar.
  • Menghemat glikogen.
  • Menunda terjadinya "hitting the wall" atau bonking di kilometer-kilometer akhir.

Ini sangat penting terutama setelah km 30–35 marathon.

Baca Juga: Biar Nggak Bingung Ini Perbedaan Hyrox, CrossFit dan Maraton

  1. Menurunkan detak jantung pada pace yang sama

Bagi kamu yang sedang berusaha menurunkan HR saat berlari, easy run adalah latihan utama.

Misal, awal latihan pace 8:30/km dengan HR 145 bpm. Setelah beberapa bulan easy run, pace menjadi 8:30/km dengan HR 135 bpm

Ini tanda kebugaran aerobikmu meningkat.

  1. Mengurangi risiko cedera

Latihan lari cepat menekan lutut, pergelangan kaki, pinggul, dan tendon Achilles. Easy run memberikan stimulus latihan dengan risiko cedera lebih rendah.

  1. Membantu pemulihan

Easy run meningkatkan aliran darah ke otot tanpa menambah stres berlebihan. Oleh karena itu sering digunakan sebagai recovery run setelah long run dan recovery run setelah latihan interval.

Tubuh tetap bergerak tetapi tidak terlalu terbebani.

Baca Juga: Strategi Konsumsi Energy Gel Seperti Ini yang Harus Kamu Lakukan Saat Mengikuti Full Marathon

  1. Menambah volume latihan mingguan

Kemampuan marathon sangat dipengaruhi oleh total jarak latihan mingguan. Misal, pelari A: 20 km/minggu, pelari B: 50 km/minggu

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X