bugar

5 Alasan Mengapa Lari Berdasarkan Durasi Lebih Baik daripada Fokus Pada Jarak

Selasa, 30 Juni 2026 | 09:15 WIB
Berlari dengan target waktu punya manfaat yang lebih baik, dibandingkan berlari dengan fokus pada jarak. Apalagi ketika kita memiliki target tertentu seperti persiapan race atau ingin mencapai personal best. (Pejuang Kantoran/Google Gemini)

PejuangKantoran.com – Banyak pelari pemula yang sering mengukur target lari dari angka kilometer yang tertera di jam pintar atau aplikasi ponsel. Namun mulai mengalihkan fokus dari jarak kilometer menjadi pencapaian waktu (durasi) ternyata lebih banyak manfaatnya buat kesehatan runners. Apalagi saat ada target khusus yang kita kejar, missal: mencari waktu terbaik, atau persiapan race.

Sehingga ke depannya untuk latihan harian, ubahlah target Kamu dari "Saya harus lari 5 km hari ini" menjadi "Saya akan lari selama 30 menit hari ini". Pendekatan ini menjaga tubuh tetap bugar, meminimalkan cedera, dan membuat olahraga menjadi rutinitas yang berkelanjutan.

Baca Juga: Shake Out Run Sebelum Ikut Lari Marathon Ternyata Penting Bukan Sekadar Hore-hore

Baca Juga: Terinspirasi Sama Kisah Teman di BTN Jakim 2026? Ini yang Harus Kamu Ketahui Tentang Program Latihan untuk Kompetisi Lari Pertama Kamu!

Berikut adalah alasan ilmiah dan praktis mengapa Anda sebaiknya menghitung menit, bukan kilometer, saat berlari harian.

1. Mengurangi Risiko Cedera

Lari berdasarkan jarak sering kali memicu ego untuk menyelesaikan target dengan cepat. Saat tubuh lelah, memaksakan diri mencapai kilometer tertentu merusak bentuk (form) lari. Sebaliknya, berlari berdasarkan durasi melatih Kamu untuk mendengarkan tubuh dan berlari dengan intensitas yang aman tanpa beban target jarak.

2. Fokus pada Sistem Kardiovaskular (Jantung)

Jantung dan paru-paru Kamu tidak tahu seberapa jauh jarak yang sudah ditempuh. Mereka hanya merespons durasi stres dan tingkat usaha (intensitas) yang Kamu berikan. Berlari selama 30 menit pada zona detak jantung yang tepat jauh lebih efektif untuk membangun stamina daripada memaksakan lari 5 km dengan napas terengah-engah.

3. Konsistensi dalam Segala Kondisi Cuaca dan Medan

Jarak 5 kilometer di jalan datar akan terasa sangat berbeda dengan 5 kilometer di medan menanjak atau saat cuaca panas. Jika Anda fokus pada durasi (misalnya 45 menit), Anda bisa menyesuaikan kecepatan sesuai medan dan cuaca tanpa merasa gagal karena jarak yang ditempuh lebih pendek dari biasanya.

4. Manajemen Waktu yang Lebih Pasti

Bagi Anda yang memiliki jadwal harian padat, lari berdasarkan durasi membuat agenda harian lebih terprediksi. Anda tahu pasti bahwa latihan akan selesai dalam waktu 30 atau 40 menit, sehingga Anda bisa mengatur waktu mandi, sarapan, dan berangkat kerja dengan lebih disiplin.

5. Kesehatan Mental yang Lebih Baik

Halaman:

Tags

Terkini