Di akhir setiap sesi menulis, ia akan memulai halaman baru dengan setidaknya satu baris tentang apa yang ingin dikerjakan selanjutnya. Ia merasa hal tersebut mendorongnya untuk bekerja karena masih ada sesuatu yang belum terselesaikan dalam pikirannya.
“Sederhananya, jika kamu ingin mencapai sesuatu, yang perlu kamu lakukan hanyalah memulainya,” sarannya.
2. Fokus pada satu tugas
Efek Ziegarnik juga bisa menjadi obat mujarab untuk mengobati sifat menunda-nunda. Dengan memilih untuk fokus hanya pada satu tugas, beban kognitif berkurang sehingga otak dapat menangani "hal-hal besar" dengan lebih baik.
Karena sebenarnya, meskipun mengerjakan banyak tugas sekaligus bisa terasa produktif, tetapi sering kali hal itu hanya berputar-putar karena kamu bekerja semakin keras tanpa menyelesaikan banyak hal.
Baca Juga: Hati-Hati, Kebanyakan Kerja depan Komputer Bisa Kena Kifosis. Apa Itu?
Aytekin bilang, “Ini adalah salah satu konsep kunci dalam buku saya bahwa untuk mencapai kesuksesan, kita perlu tetap fokus pada satu hal, bukan mengerjakan banyak proyek.”
Pakar lain juga mengatakan hal yang sama. Dalam buku “The ONE Thing: The Surprisingly Simple Truth Behind Extraordinary Results”, Gary Keller berargumentasi bahwa banyak orang merasa harus melakukan terlalu banyak hal dalam satu waktu.
Jadi, bukannya waktu yang ada terlalu sedikit waktu untuk melakukan semua hal, tetapi terlalu banyak hal yang dirasa perlu dilakukan, padahal tidak.
Tentu saja kamu bisa melakukan dua hal sekaligus, tetapi pastinya tidak dapat fokus secara efektif pada dua hal sekaligus.
Baca Juga: Seorang Ibu Temukan Penyakit Anaknya Lewat ChatGPT, Setelah 17 Dokter Gagal Mendiagnosisnya
3. Buat cliffhanger sendiri
Di serial televisi, saat di akhir mengakhiri musim penonton jadi bertanya-tanya "Apa yang terjadi selanjutnya?!", para penulis menggunakan efek Ziegarnik untuk memprogram pikiran agar terus memikirkan plot yang belum terselesaikan itu berulang kali.
Kamu dapat menggunakan pendekatan yang sama untuk membangkitkan minat tambahan pada pekerjaan. Misalnya, menganggap suatu pekerjaan sebagai pekerjaan yang belum selesai akan membantumu mengulanginya dan berinovasi dengan lebih baik.
Jika kamu sedang mengerjakan presentasi, kamu bisa melewatkan beberapa poin-poin penting sehingga otakmu jadi ingin terus kembali ke sana.
Artikel Terkait
Seorang Ibu Temukan Penyakit Anaknya Lewat ChatGPT, Setelah 17 Dokter Gagal Mendiagnosisnya
Jika Merasakan Toxic Positivity di Tempat Kerja, Apa yang Harus Dilakukan?
Hati-Hati, Kebanyakan Kerja depan Komputer Bisa Kena Kifosis. Apa Itu?
Kalimat Afirmasi Bisa Bikin Mood dan Hari Kamu Lebih Positif, Ini Contoh dari Para Ahli
Kesempatan Bekerja di Bank Dunia: Lowongan Kerja Operations Officer di World Bank Group
Mengungkap 4 Cerita Seru Di Balik Pembuatan Film Saranjana
3 Cara Tetap Bertahan Jalani Pekerjaan yang Tidak Kamu Sukai, Cari Rekan Kerja Senasib!
Beli iPhone 15 Baru? Jangan Lupa Registrasi IMEI kalau Tak Ingin Diblokir Pemerintah
TikTok Shop Resmi Dilarang, Para Penjual Online Kecewa Berat
Siap Termellow-mellow dan Tunggu Konser James Arthur di Jakarta!