Generasi Sekarang Lebih Terbuka soal Gaji, Perusahaan pun Harus Utamakan Transparansi Gaji?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 1 Desember 2023 | 07:29 WIB
Ilustrasi: Transparansi gaji lebih diharapkan dari perusahaan, karena saat ini Gen Z lebih terbuka soal gaji. (Freepik/Pressfoto)
Ilustrasi: Transparansi gaji lebih diharapkan dari perusahaan, karena saat ini Gen Z lebih terbuka soal gaji. (Freepik/Pressfoto)

Tergantung masing-masing perusahaan

Transparansi gaji ini juga akan bergantung pada jenis tenaga kerja, budaya, dan realitas praktis perusahaan, seperti kondisi keuangan.

Negara-negara seperti Swedia telah memberlakukan aturan seperti Undang-Undang (UU) Diskriminasi Swedia tahun 2008, yang mewajibkan semua perusahaan yang memiliki lebih dari 25 karyawan untuk menerbitkan survei tahunan tentang gaji karyawan.

Jika tidak dilakukan, perusahaan akan dikenai denda yang tinggi jika ditemukan ketidaksesuaian gaji.

Bahkan, perusahaan rintisan media sosial Buffer lebih ekstrem lagi. Mereka mempublikasikan semua gaji karyawan di situs webnya sebagai bukti transparansi gaji yang mereka terapkan.

Meski begitu, mempublikasikan data gaji karyawan akan tergantung pada situasi unik perusahaan. Namun, transparansi gaji bisa jadi merupakan langkah yang tepat untuk mencapai kesetaraan dan keadilan yang lebih besar di tempat kerja bagi semua pekerja. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: People Matters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X