Tergantung masing-masing perusahaan
Transparansi gaji ini juga akan bergantung pada jenis tenaga kerja, budaya, dan realitas praktis perusahaan, seperti kondisi keuangan.
Negara-negara seperti Swedia telah memberlakukan aturan seperti Undang-Undang (UU) Diskriminasi Swedia tahun 2008, yang mewajibkan semua perusahaan yang memiliki lebih dari 25 karyawan untuk menerbitkan survei tahunan tentang gaji karyawan.
Jika tidak dilakukan, perusahaan akan dikenai denda yang tinggi jika ditemukan ketidaksesuaian gaji.
Bahkan, perusahaan rintisan media sosial Buffer lebih ekstrem lagi. Mereka mempublikasikan semua gaji karyawan di situs webnya sebagai bukti transparansi gaji yang mereka terapkan.
Meski begitu, mempublikasikan data gaji karyawan akan tergantung pada situasi unik perusahaan. Namun, transparansi gaji bisa jadi merupakan langkah yang tepat untuk mencapai kesetaraan dan keadilan yang lebih besar di tempat kerja bagi semua pekerja. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
6 Cara Negosiasi Gaji saat Ditawari Pekerjaan, Jangan Lupa Riset Dulu dan Sampaikan Alasannya!
Menurut Kamu, Kantor Sepi atau Kantor Bising yang Bikin Kita Lebih Mudah Konsentrasi?
5 Tipe Manajer yang Dibutuhkan Setiap Perusahaan, dari yang Kreatif sampai yang Pencari Bakat
Contoh Jawaban dari Pertanyaan Emotional Quotient yang Biasa Diajukan saat Wawancara Kerja
7 Istilah di Dunia Kerja yang Cenderung Jadi Norma Baru, Karyawan Harus Lebih Peka
Ingin Melakukan Career Switch dan Mencoba Bidang Pekerjaan Lain? Pikirkan Dulu Hal Ini!
7 dari 10 Pelamar Berbohong di CV atau Melebih-lebihkan Kemampuan, Saat Wawancara Baru Ketahuan!