5 Tren 2024 yang Diramalkan Terjadi di Dunia Kerja, Salah Satunya Asah Kemampuan Penggunaan AI

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Selasa, 26 Desember 2023 | 16:16 WIB
Ilustrasi AI
Ilustrasi AI

"Penekanan pada peningkatan keterampilan AI akan bertahan, tidak hanya penting untuk tempat kerjanya, tetapi juga untuk individu yang memiliki keterampilan digital tambahan ini," catat Mat Piaggi.

3. Beradaptasi dengan tenaga kerja yang lebih tua

Dengan lebih banyak pekerja yang berusia 64 tahun ke atas secara global daripada anak-anak di bawah lima tahun, pekerja yang lebih tua menjadi semakin penting.

Baca Juga: Jenis-jenis Teh Hangat yang Diminum Saat Batuk, Bikin Tenggorokan Lega

Untuk mempertahankannya, perusahaan harus merancang karir yang bermakna dan memanfaatkan kekayaan pengalaman mereka untuk peningkatan keterampilan, pendampingan, dan refleksi internal melalui intervensi pembinaan.

"Organisasi dapat memanfaatkan pengalaman yang melimpah dari pekerja yang lebih tua dengan memberdayakan mereka sebagai mentor bagi rekan kerja yang lebih muda," ujar Sarah Henson, Ilmuwan Perilaku Senior di CoachHub.

4. Kelanjutan tren job hopping

Job hopping tetap lazim dilakukan oleh banyak pekerja muda, yang didorong oleh beragam motivasi. Misalnya saja mencari keseimbangan kehidupan kerja yang lebih baik atau selaras dengan nilai-nilai perusahaan.

Strategi retensi akan sangat penting pada 2024 sehingga pembinaan yang baik dari perusahaan akan menjadi alat menarik untuk kepuasan karyawan, sekaligus investasi bai perusahaan itu sendiri.

"Tingkatkan retensi karyawan dengan memastikan pemenuhan pekerjaan melalui alat pembelajaran dan pengembangan, seperti pelatihan digital," saran Rosie Evans-Krimme, Direktur Lab Inovasi & Ilmu Perilaku di CoachHub.

Baca Juga: Resep Gingerbread, Si Kue Jahe untuk Natal

5. Unlearning untuk efisiensi di tempat kerja

Di era informasi yang berlebihan, unlearning dan single tasking akan menjadi daya tarik.

Bagi kamu yang belum tahu, unlearning melibatkan mempertanyakan proses yang sudah ada, menyederhanakan kompleksitas kerja, dan memungkinkan karyawan untuk fokus pada hal-hal penting untuk mengurangi kewalahan kerja, dan meningkatkan produktivitas.

"Mengurangi kompleksitas tempat kerja melalui unlearning memungkinkan karyawan untuk mendapatkan kembali rasa kontrol dan produktivitas," tegas Rosie Evans-Krimme. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: People Matters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X