Survei: Meeting Lebih dari 2 Jam Tiap Hari Bisa Pengaruhi Produktivitas Kerja

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Selasa, 26 Desember 2023 | 21:00 WIB
Ilustrasi meeting  (Pinterest)
Ilustrasi meeting (Pinterest)

PejuangKantoran.com- Meeting atau rapat sudah menjadi agenda harian dalam bekerja. Lewat meeting, akan terjadi diskusi ini antara rekan kerja sebaya, senior, atau junior, untuk menandai langkah awal dalam menangani berbagai masalah dan mencari solusi.

Jika sebelumnya meeting dilakukan secara langsung di kantor, sejak pandemi kebiasaan itu mulai berubah. Banyak meeting yang dilakukan secara virtual atau online lewat Zoom atau aplikasi lainnya.

Cara tersebut masih terus berlanjut hingga sekarang dengan menjamurnya model kerja remote atau hybrid.

Baca Juga: 5 Tren 2024 yang Diramalkan Terjadi di Dunia Kerja, Salah Satunya Asah Kemampuan Penggunaan AI

Namun, terlepas dari virtual atau tatap muka, tahukah kamu kalau setiap meeting yang berlangsung lebih dari dua jam cenderung akan menghasilkan ketidakproduktifan?

Meeting terlalu lama tidak efisien

Perlu diketahui bahwa meeting yang efisien adalah sumber kehidupan dan kemajuan suatu pekerjaan. Namun, durasi yang berlebihan dapat memiliki efek sebaliknya karena dapat menyebabkan kelelahan dan berkurangnya fokus.

Paling tidak itulah yang diungkapkan oleh survei terbaru dari Slack Technologies. 

Banyak pekerja yang semakin mengungkapkan kekhawatiran tentang durasi meeting yang berlebihan, yang menghambat fokus mereka pada tugas-tugas penting.

Baca Juga: Boxing Day, Apakah Itu?

Mungkin itulah sebabnya beberapa perusahaan mulai meluncurkan strategi untuk mengurangi kelebihan durasi meeting yang selama ini terjadi.

Misalnya saja, inisiatif perusahaan untuk melakukan jeda meeting internal selama seminggu atau tidak diadakannya meeting setiap Jumat.

Strategi-strategi yang dilakukan perusahaan ini disebut menjadi cara menarik untuk mengatasi masalah ini secara langsung.

Baca Juga: Nyaris Tak Ada Warga yang Menyambut Kelahiran Yesus Kristus di Kota Kelahirannya, Bethlehem

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: People Matters

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X