Lalu ia juga memiliki kompetensi sosial yaitu mampu memahami perasaan orang lain (Empathy) dan memiliki keterampilan mengelola hubungan dan membangun dinamika tim yang efektif (social skills).
Baca Juga: Twitch PHK Karyawan, Sekitar 35 Persen atau 500 Pekerja Jobless
“Di saat emotional brain kita merasakan sesuatu yang cukup dalam, rational brain lah yang membalikkan keadaan dan membawa kita kembali ke dunia nyata sehingga meskipun kita sedang merasa sedih, tidak nyaman, kecewa tapi kita tetap bangkit dan moving on. Pada saat mengalami perubahan, kita boleh merasa tidak nyaman, panik, sedih, kecewa, tapi tidak perlu berlarut-larut.
"Semua orang yang mengalami perubahan dan mengalami hal yang tidak menyenangkan pasti akan mengalami syok. Namun jika kita memiliki kecerdasan emosi yang tinggi, kita bisa mengendalikan emosi tersebut dengan bijak,“ lanjut Analisa.
Ana juga memberikan tips untuk meregulasi perasaan sehari-hari supaya kita dapat menerima dan merangkul perubahan dengan lebih baik dan bijak.
Baca Juga: Jangan Lupa, Besok Pendaftaran Beasiswa LPDP 2024 Sudah Dibuka Lho!
1. Setiap menghadapi sesuatu, amati dulu apa yang terjadi.
2. Kenali emosi kita yang hadir, apakah marah, sedih, atau kecewa. Asah diri kita untuk melakukan rutinitas sederhana supaya kita bisa terkoneksi dengan emosi tersebut, misalnya tulis segala perasaan di notes atau cerita ke orang yang tepat. Hal ini dapat membuat kita sadar emosi apa yang sedang hadir dalam diri kita.
3. Setelah itu kita bisa menerima dan mengelola emosi tersebut dengan menerapkan mindfulness dan melakukan respon delay. Sebelum meluapkannya, hitung mundur 10 detik untuk memikirkan dengan matang apakah respon yang akan kita berikan itu benar. Perlukah kita marah-marah? Menangis dan lainnya.
4. Cobalah untuk membuka pandangan lebih jauh lagi dan lakukan reframe. Pahami bahwa ini adalah tantangan yang harus dihadapi. Semua orang bisa mengalami hal yang sama. Kita bisa memposisikan diri kita sebagai orang lain yang juga ikut merasakan perubahan. Inilah yang dapat membangun bonding dalam pekerjaan.
5. Ambil napas, step back, ingat kembali long term goals kita sehingga apapun yang kita hadapi, kita bisa mengatasinya dengan baik.
Artikel Terkait
Tanda-tanda Orang yang Tampak Percaya Diri tapi Sebenarnya Punya Keyakinan Diri yang Rendah
Mengenal Aktuaris, Profesi Bergengsi yang Sangat Dibutuhkan di Perusahaan Asuransi dan Perbankan
Yang Sulit Mencari Pekerjaan Karena Tidak Punya Passion di Bidang Apapun, Buruan Kumpul Sini!
Siap-siap Rekrutmen CPNS 2024, Ini Formasi dan Syarat Utama Daftar Jadi Pegawai Negeri Sipil
Pantesan Lamaran Kerjamu Ditolak Melulu, Ini 7 Kesalahan dalam CV yang Bikin Kamu Susah Dapat Kerja
Cara 'Halal' Tingkatkan Kemungkinan Lolos Tes CPNS 2024 dan Jaminan Cepat Naik Pangkat!
6 Alasan Mengapa Karyawan Resign Setelah Naik Jabatan, Nomor 4 yang Paling Ngenes Sih!
Pertanyaan Saat Wawancara Kerja untuk Posisi Data Analyst, dan Cara Menjawabnya
Berapa Lama Harus Menunggu sampai Bisa Naik Jabatan, tanpa Perlu Mengancam akan Resign?
Jangan Sedih Kak, 14% Karyawan Mengaku Tidak Pernah Dipromosikan untuk Naik Jabatan!