Hampir Sepertiga Karyawan Bersikeras Kerja dari Rumah karena Menghindari Bos di Kantor

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 13 Januari 2024 | 10:53 WIB
Ilustrasi: Hampir sepertiga karyawan enggan bekerja di kantor jika bos ada di sana. (Freepik)
Ilustrasi: Hampir sepertiga karyawan enggan bekerja di kantor jika bos ada di sana. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Di Indonesia, kebijakan kembali ke kantor (WFO) atau hybrid (online dan offline) sudah diterapkan sejak situasi pandemi membaik. Di luar negeri, urusan di mana harus bekerja masih saja menjadi perdebatan sehingga situasi kantor jadi memanas.

Perusahaan-perusahaan teknologi seperti Google, X, Meta, Microsoft, Amazon, bahkan Zoom, telah meminta karyawan kembali ke kantor. Namun banyak karyawan yang menolak tuntutan perusahaan untuk kembali ke kantor. 

Sebagian karyawan juga bersikeras untuk bekerja dari rumah. Alasannya, karena mereka berusaha menghindari atasan di kantor, demikian hasil survei Beyond, merek ruang kerja dan co-working.

Baca Juga: Buat Cewek-cewek Pencinta Makeup, Ini Rekomendasi Makeup dan Skincare Buat Kamu

Survei ini merupakan hasil kerjasama dengan Business Insider terhadap 1.262 karyawan penuh waktu dan paruh waktu di Inggris antara tanggal 13-18 Oktober 2023. Tujuannya untuk mengetahui apa yang menghalangi karyawan untuk datang ke kantor.

Responden diberikan serangkaian pernyataan, apakah mereka setuju atau tidak setuju datang ke kantor. Ini termasuk pernyataan seperti "Manajer/atasan saya yang ada di kantor membuat saya tidak bisa datang ke kantor secara rutin."

Menurut Beyond, 30% karyawan setuju dan mengatakan bahwa mereka akan lebih sering ke kantor jika bos tidak ada di sana.

Dua pertiga dari karyawan mengatakan bahwa kenaikan biaya hidup di Inggris membuat mereka ingin bekerja dari rumah untuk menghemat uang.

Lalu, 54% karyawan setuju bahwa mereka akan bekerja lebih keras jika kantor mereka memiliki lokasi yang lebih baik, yang lebih dekat dengan rumah atau sesuai dengan keinginan mereka.

Sebanyak 38% berharap ruang kerja mereka memiliki standar yang lebih baik, dan 30% karyawan hybrid mengeluh perusahaan mereka tidak menawarkan pengaturan kerja yang mereka sukai.

Alasan karyawan menghindari atasan di kantor kemungkinan karena ketegangan antara manajer yang meminta karyawan kembali ke kantor, dan karyawan yang ingin tetap bekerja dari rumah. Ketegangan ini sudah meningkat secara signifikan pasca pandemi.

Baca Juga: Mengapa Israel Tak Ikut Piala Asia?

Dorongan perusahaan-perusahaan besar agar karyawan kembali ke kantor sering kali membuat karyawan kecewa.

Google, misalnya, sudah meminta karyawan kembali ke kantor tiga hari dalam seminggu. Karyawan bahkan diancam, penolakan untuk kembali ke kantor bisa berdampak negatif pada tinjauan kinerja mereka.

Banyak karyawan yang merasa frustrasi mengenai peraturan tersebut, dan mengatakan, "Kami tidak suka diatur secara ketat seperti anak sekolah."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Business Insider

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X