Makin Banyak Perusahaan Adopsi Sistem Pekerja Freelance, Generasi Z Siap?

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 17 Februari 2024 | 14:20 WIB
Ilustrasi: Gen Z tidak malu-malu menunjukkan bahwa mereka membeli produk KW dari merek yang lebih mahal. (Freepik/Rawpixel)
Ilustrasi: Gen Z tidak malu-malu menunjukkan bahwa mereka membeli produk KW dari merek yang lebih mahal. (Freepik/Rawpixel)

PejuangKantoran.com - Di masa kini, makin banyak perusahaan adopsi sistem pekerja freelance.

Apakah Gen Z atau Generasi Z siap dengan sistem ini?

Sistem pekerja freelance adalah sistem yang mempekerjakan seseorang secara lepas atau sebagai tenaga kerja lepas.

Artinya, pekerja freelance hanya bekerja apabila ada proyek tertentu di sebuah perusahaan.

Di masa digital seperti sekarang ini, pekerja freelance bahkan bisa bekerja dari rumah atau work from home atau WfH atau bekerja dari mana saja atau Work from Anywhere atau WfA.

Bekerja WfH atau WfA sama artinya bahwa pekerja freelance atau pekerja lepas tidak wajib datang untuk bekerja ke kantor.

Sistem WfH atau WfA marak terjadi saat pandemi Covid19 mulai tiga tahun silam.

Sistem pekerja freelance, dalam kacamata perusahaan terbilang sistem yang menghemat biaya pengeluaran untuk karyawan.

Sistem pekerja freelance atau pekerja lepas mereduksi pembiayaan oleh perusahaan untuk gaji pokok, uang makan, uang transportasi, tunjangan kesehatan bahkan tunjangan hari tua bagi pekerja lepas atau pekerja freelance.

Sistem pekerja freelance atau pekerja lepas dengan WfA atau WfH juga mengurangi pengeluaran perusahaan untuk biaya kantor semisal ongkos listrik dan ongkos AC atau pendingin udara.

Dengan mengadopsi sistem pekerja freelance atau pekerja lepas, perusahaan bisa melakukan begitu banyak efisiensi pembiayaan.

Pekerja lepas atau pekerja freelance

Di masa kini, Generasi Z atau Gen Z adalah angkatan kerja yang jumlahnya mendominasi industri dari segala sektor.

Gen Z atau Generasi Z adalah generasi yang lahir antara kurun waktu 1995-2012.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X