Procurement, Divisi Pengadaan Barang dan Jasa yang Butuh Keterampilan Strategi dan Negosiasi

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 19 Februari 2024 | 18:31 WIB
Ilustrasi: Procurement mengacu pada proses pencarian, akuisisi, penyelesaian, analisis data pengadaan, dan perencanaan pengeluaran di masa mendatang. (Freepik/Rawpixel)
Ilustrasi: Procurement mengacu pada proses pencarian, akuisisi, penyelesaian, analisis data pengadaan, dan perencanaan pengeluaran di masa mendatang. (Freepik/Rawpixel)

PejuangKantoran.com - Setiap bisnis membutuhkan bahan, barang, dan jasa untuk mencapai hasil yang diinginkan. Baik itu perangkat lunak untuk komunikasi, bahan mentah untuk membuat produk, atau layanan untuk memelihara fasilitas.

Tugas pengadaan barang dan jasa ini biasa dilakukan oleh divisi procurement atau biasa disebut juga bagian pengadaan. Pengadaan adalah proses mencari, memperoleh, dan membayar barang dan jasa.

Baca Juga: Lowongan Kerja Officer Corporate Action Direct Custody and Clearing di HSBC untuk Lulusan Akuntansi

Tujuan utama divisi procurement atau bagian pengadaan adalah mendapatkan input yang dibutuhkan untuk menjalankan operasional bisnis sehari-hari dengan harga dan persyaratan terbaik.

Procurement biasanya ada di bawah manajemen rantai pasokan (supply chain management). Manajemen rantai pasokan ini berurusan dengan transformasi input tersebut menjadi barang jadi dan pengiriman produk ke pelanggan.

Karyawan divisi procurement umumnya terampil dalam membangun hubungan dengan pemasok (supplier), menegosiasikan persyaratan yang menguntungkan, dan menyederhanakan proses pengadaan, mulai dari mengidentifikasi barang atau jasa yang dibutuhkan hingga pembayaran faktur.

Dengan proses pengadaan yang efisien, perusahaan bisa meningkatkan penghematan biaya, meminimalkan pemborosan, dan menganalisis bagaimana dan di mana anggaran dapat digunakan secara efisien.

Baca Juga: Bobby Kertanegara Dampingi Prabowo Terima Ucapan Selamat dari Dubes China Lu Kang, PM India Kirim Ucapan via X

Lalu, apa sebenarnya perbedaan procurement, purchasing, dan sourcing, yang juga memiliki fungsi pembelian barang dan jasa di perusahaan?

Beda Procurement dan Purchasing

Meskipun banyak perusahaan menggunakan istilah seperti “procurement”, “purchasing”, dan “sourcing” secara bergantian, namun ketiganya merupakan komponen yang berbeda dari fungsi pengadaan secara keseluruhan.

Purchasing berfokus pada pemesanan dan pengiriman, sedangkan sourcing berkaitan dengan pemasok yang digunakan untuk membeli barang.

Baca Juga: Women from Rote Island Gunakan Teknik One Take Long Shot, Bikin Penonton Seolah Berada dalam Adegan

Sourcing (pemeriksaan) bertugas menemukan dan menyeleksi pemasok bahan-bahan tersebut. Sourcing adalah bagian dari proses procurement (pengadaan) yang terjadi sebelum purchasing (pembelian) dilakukan.

Procurement mengacu pada keseluruhan proses, yang mencakup pencarian, akuisisi, penyelesaian, analisis data pengadaan, dan perencanaan pengeluaran di masa mendatang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Investopedia, Order.co

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X