6 Kesalahan Saat Negosiasi Gaji yang Sering Dilakukan Pelamar, Akibat Tidak Riset Lebih Dulu

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 2 April 2024 | 16:12 WIB
Ilustrasi: Hindari melakukan kesalahan saat negosiasi gaji dengan rekruter. (Freepik/yanalya)
Ilustrasi: Hindari melakukan kesalahan saat negosiasi gaji dengan rekruter. (Freepik/yanalya)

Kamu harus memiliki strategi yang jelas dan percaya diri dalam membahas target gaji, gaji minimum yang bisa kamu terima, dan alasan kamu saat meminta gaji sebesar yang kamu mau.

Antisipasi kemungkinan adanya keberatan dan pertanyaan dari rekruter, dan siapkan tanggapan dan penawaran balik. Latih kemampuan negosiasi dan presentasi kamu dengan teman atau mentor.

Baca Juga: Jangan Ragu Meninggalkan Pekerjaan yang Tidak Menyenangkan, Tak Usah Menunggu sampai Satu Tahun

4. Tidak fleksibel

Negosiasi gaji adalah proses kolaboratif, bukan situasi menang-kalah. Upayakan mendapat hasil yang saling menguntungkan, bukan kemenangan sepihak.

Untuk itu pertimbangkan seluruh paket kompensasi, bukan hanya gaji pokok. Misalnya tunjangan lain, seperti bonus, opsi saham, jam kerja yang fleksibel, atau peluang pengembangan profesional.

Ketika ditanya berapa ekspektasi gaji mereka, umumnya pelamar mengatakan, "Saat ini saya bergaji Rp7 juta dan saya ingin mendapat Rp8 juta".

Baca Juga: Tips Bijak Kelola THR: Tentukan Prioritas dan Kebutuhan Utama

Menurut Harding, hindari mengungkapkan berapa persisnya gaji kamu saat ini. Lebih baik, tanyakan kisaran gaji yang ditawarkan perusahaan.

Jika misalnya pewawancara mengatakan gajinya antara Rp7,5 juta – Rp8,5 juta, tanyakan keahlian dan pengalaman apa yang dibutuhkan untuk mendapatkan gaji tertinggi.

5. Tidak bersikap hormat

Bersikaplah sopan dan profesional, dengan menjaga nada yang positif dan sopan selama negosiasi. Hindari kesalahan saat negosiasi gaji dengan memberikan ultimatum, ancaman, atau serangan pribadi.

Baca Juga: Kembar Siam Abby dan Brittany Hensel Hanya Mendapat Satu Gaji Meskipun Keduanya Bekerja

Kamu juga harus menghargai waktu dan otoritas rekruter atau HR Manager, dan tidak bersikap memaksa, tidak sabar, atau menuntut. Tunjukkan apresiasi dan antusiasme kamu atas kesempatan ini, dan akui kontribusi pemberi kerja.

6. Tidak percaya diri

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Newsweek, LinkedIn, Fast Company

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X