Bergantung pada AI, Surat Lamaran Lulusan Baru Cenderung Plek-Ketiplek dengan Milik Kandidat Lain

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 6 Mei 2024 | 22:01 WIB
Ilustrasi: Kebanyakan pencari kerja baru mengandalkan AI untuk menulis surat lamaran, sehingga sebagian besar isi kalimatnya sama. (Freepik/Rawpixel)
Ilustrasi: Kebanyakan pencari kerja baru mengandalkan AI untuk menulis surat lamaran, sehingga sebagian besar isi kalimatnya sama. (Freepik/Rawpixel)

Sedangkan survei Resume Genius terhadap 625 manajer perekrutan menemukan bahwa lebih dari setengahnya tidak menyukai resume yang dibuat oleh AI.

Mereka menganggapnya sebagai tanda bahaya yang akan membuat mereka cenderung tidak merekrut satu kandidat pun.

100 jawaban identik

Salah satu alasan mengapa menyalin jawaban ChatGPT merupakan cara yang tidak efektif dalam menggunakan AI adalah karena chatbot tidak selalu memberikan informasi yang dapat dipercaya.

Baca Juga: Didukung Produser Film Korea, Malam Pencabut Nyawa Angkat Tema Roh Gelap yang Rasuki Dunia Mimpi

Salah satu masalah awal dengan ChatGPT adalah basis pengetahuannya terbatas pada data yang dirilis sebelum September 2021. Pemilik OpenAI mengklaim masalah ini sebenarnya telah diselesaikan pada September 2023.

“ChatGPT tidak terhubung ke internet, dan terkadang menghasilkan jawaban yang salah,” demikian menurut situs web perusahaan.

“Ia memiliki pengetahuan yang terbatas tentang dunia dan peristiwa setelah tahun 2021, dan terkadang juga menghasilkan instruksi yang berbahaya atau konten yang bias.”

Davis berbagi cerita, baru-baru ini perusahaan tempat dia bekerja membuka lowongan untuk posisi pemasaran merek.

Perusahaan mengajukan pertanyaan dalam lamaran pekerjaan tentang peluncuran produk terkait kebugaran favorit para kandidat pada tahun lalu.

“Mereka (rekruter) mengatakan bahwa mereka mendapat sekitar 100 tanggapan yang sama: 'Peluncuran kampanye favorit saya adalah Peloton',” katanya.

Baca Juga: Daftar Bank Bangkrut di 2024, Cek di Sini!

Davis mengatakan bahwa generasi muda perlu mendidik diri mereka sendiri tentang cara menggunakan ChatGPT dengan benar dan tidak hanya menyalin jawaban.

Ada beberapa kegunaan AI dalam proses lamaran kerja, mulai dari membantu mempersiapkan wawancara atau meneliti perusahaan.

“Menurut saya, kita bisa menggunakan ChatGPT dalam proses pencarian kerja, tetapi itu harus digunakan sebagai alat, bukan pengganti,” Davis memperingatkan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Make It

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X