2 Tanda Gaslighting di Tempat Kerja yang Begitu Nyata, Kenali Sebelum Kesehatan Mentalmu Terusik

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 8 Mei 2024 | 18:21 WIB
Ilustrasi: Ada dua tanda gaslighting di tempat kerja yang akan membebani kesehatan mental dan kepuasan kerja korban.  (Freepik)
Ilustrasi: Ada dua tanda gaslighting di tempat kerja yang akan membebani kesehatan mental dan kepuasan kerja korban. (Freepik)

Para peneliti menggambarkan perilaku gaslighting di tempat kerja yang kedua, yaitu penderitaan, sebagai sebuah konstruksi yang menimbulkan emosi kesakitan, penderitaan, dan siksaan.

Mereka berpendapat bahwa hal ini mencakup berbagai macam emosi negatif yang diarahkan oleh pelaku gaslighting kepada korbannya, sehingga memengaruhi perasaan mereka terhadap diri mereka sendiri.

Studi tersebut menekankan bahwa penderitaan bisa terjadi ketika supervisor melakukan kontrol yang tidak perlu terhadap korbannya, membuat korban mengkritik diri sendiri.

Baca Juga: Boomerang Employee, Ketika Mantan Karyawan Kembali Bekerja di Kantor Lama setelah Sempat Resign

Korban menjadi sepenuhnya bergantung pada atasan dan tidak mampu membuat keputusan sendiri, membuat korban merasa terkuras secara emosional.

Pelaku juga bersikap sangat manis kepada korban, tetapi seolah setelah menekan tombol switch bisa langsung memusuhi setelahnya.

Penderitaan bisa menyebabkan korban meragukan kemampuan, harga diri, dan penilaian dari pelaku, sehingga menumbuhkan rasa tidak mampu sama sekali.

Tekanan emosional bisa membuat korban merasa cemas dan kewalahan, ketika mereka berjuang untuk menyelaraskan pengalaman dan persepsi mereka dengan taktik manipulatif pelaku gaslighting.

Apakah tempat kerja kamu aman secara psikologis?

Gaslighting di tempat kerja merupakan indikator yang jelas bahwa tempat kerja kamu bukanlah lingkungan yang aman secara psikologis.

Baca Juga: Awas Polusi Udara, Bisa Sebabkan Banyak Masalah Kulit termasuk Penuaan Dini

Tempat kerja yang aman secara psikologis membuat karyawan merasa nyaman menjadi diri mereka sendiri, bebas mengutarakan pendapat, melakukan kesalahan dan meminta bantuan saat dibutuhkan, tanpa takut akan konsekuensi negatif dari rekan kerja atau atasannya.

Di tempat kerja yang aman, para pemimpin secara aktif mendengarkan karyawan dan memberikan umpan balik yang membangun, dengan fokus pada pertumbuhan dan peningkatan daripada menyalahkan atau mengkritik.

Karyawan juga merasa yakin bahwa segala kekhawatiran mereka akan didengar dan dianggap penting.

Karena itu, belajarlah membedakan antara situasi kerja yang aman secara psikologis dan tidak aman, serta mengenali tanda-tanda gaslighting.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X