Karyawan Saat Ini Dituntut Menguasai AI, tapi Pahami Risiko Jika Belajar AI Secara Mandiri

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Jumat, 17 Mei 2024 | 22:10 WIB
Ilustrasi: Karyawan memang dituntut untuk meningkatkan keterampilan AI, tetapi kenali risiko jika belajar AI sendiri. (Freepik)
Ilustrasi: Karyawan memang dituntut untuk meningkatkan keterampilan AI, tetapi kenali risiko jika belajar AI sendiri. (Freepik)

“Tidak ada yang gratis di dunia ini. Data pribadi Anda adalah komoditas yang Anda perdagangkan,” kata Liew. “Anda tidak boleh menggunakan data perusahaan atau data pribadi apa pun (saat menggunakan alat AI online gratis).”

Menggunakan tool AI sembarangan bisa membahayakan data pribadi atau perusahaan. Bagian dari peningkatan keterampilan alat AI adalah mempelajari cara menggunakan AI dengan aman dan efektif.

Baca Juga: Jogja-Netpac Asian Film Festival Umumkan Platform Baru, JAFF Market, di Festival Film Cannes

Cara meningkatkan keterampilan AI

Keterampilan utama yang harus dipelajari saat ini adalah berkomunikasi secara efektif dengan LLM yang didukung AI, menurut Liew. ChatGPT Open AI, Copilot Microsoft, dan Gemini Google menggunakan LLM.

“Orang-orang salah menggunakan ChatGPT –karena tampilannya persis seperti penelusuran Google,” kata Liew.

Saat bekerja dengan LLM, kuncinya adalah spesifik dalam membuat prompt AI.

“Anda harus memberikan banyak konteks kepada AI -perlakukan AI seperti pekerja magang yang sangat pekerja keras dan terkadang membuat kesalahan...

“Jika dipikir-pikir, kalau Anda (meminta) pekerja magang untuk melakukan sesuatu, instruksi Anda tidak akan terjadi dalam satu kalimat. Pekerja magang mungkin bingung apa yang harus dilakukan,” katanya.

Baca Juga: Tim Bedah Rumah Sakit yang Didukung Lebih Banyak Dokter Wanita Meningkatkan Pemulihan Pasien

Cara terbaik untuk meningkatkan keterampilan alat AI adalah dengan berlatih memakainya. Dengan latihan, kamu bisa belajar membuat prompt AI yang lebih deskriptif, yang akan membantu memberikan hasil yang kamu inginkan.

“Anda masih perlu mengetahui (domain Anda) dengan baik (tetapi) bagian biasa dari memeriksa 20 file kini dilakukan oleh sistem AI. Bayangkan ketika Anda dapat melakukan (pekerjaan) dengan kecepatan seperti itu,” kata Liew.

Meskipun tool AI masih terasa asing, bukan tidak mungkin tahun depan menggunakan AI sudah seperti cara menggunakan pemeriksa ejaan di Microsoft Word.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Make It

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X