Baca Juga: 3 Juli, Jepang Bakal Ganti Uang Yen : Pertama Kali dalam 20 Tahun
Masalah dengan pertanyaan ini adalah (di luar keinginan untuk terlihat pintar), ada kecenderungan untuk bersikap kooperatif dalam percakapan, dan hal ini sering kali melibatkan jawaban “Ya” terhadap pertanyaan dan mengangguk bersama pembicara saat mereka berbicara.
Artinya pertanyaan “Tahukah Anda tentang X?” berisi saran tersirat bahwa jawaban yang benar adalah “ya.”
Jika Anda ingin mendorong orang untuk mengakui bahwa ada hal-hal yang tidak mereka ketahui, Anda dapat mengubah cara Anda menanyakan pengetahuan mereka dengan cara yang memberikan izin lebih untuk meminta informasi tambahan.
Saat ini misalnya banyak diskusi tentang sistem AI generatif seperti ChatGPT dan DALL-E. Jika Anda memiliki keahlian di bidang ini dan membicarakannya dengan rekan kerja, Anda dapat memulai dengan mengatakan:
“Banyak orang membicarakan ChatGPT, namun tidak banyak orang yang mengetahui banyak tentang sistem ini. Akankah membantu jika saya memberikan gambaran singkat sebelum kita menggali lebih dalam?” Tujuannya di sini adalah untuk memungkinkan masyarakat bersikap kooperatif dengan meminta informasi lebih lanjut.
Baca Juga: Di TikTok, Gen Z Sebut Pakai Ankle Socks Artinya Kamu Sudah Tua
Saya bukan penggemar pengelolaan mikro. Penting untuk mempekerjakan orang yang tepat, melatih mereka dengan baik, dan kemudian membiarkan mereka melakukan tugasnya. Oleh karena itu, ketika Anda berhadapan dengan seseorang yang terus-menerus melebih-lebihkan apa yang mereka ketahui, ada baiknya melanjutkan percakapan untuk mengetahui bagaimana mereka akan melakukan pendekatan terhadap suatu tugas.
Jujur saja tak masalah
Banyak dari saran ini berfokus pada bersikap bijaksana, yang penting di tengah-tengah percakapan—terutama ketika Anda mengelola ke samping dan ke atas. Namun, jika Anda memiliki anggota tim yang melebih-lebihkan pengetahuannya, pada akhirnya Anda harus berterus terang.
Saat Anda melihat pola keengganan untuk mengakui ketidaktahuan, penting untuk melakukan percakapan yang berfokus pada perilaku tersebut.
Cara terbaik untuk melakukan pendekatan ini adalah dengan memulai pertemuan dengannya, sehingga Anda tidak menggagalkan diskusi lainnya. Bicarakan tentang apa yang Anda perhatikan dan berikan satu atau dua contoh spesifik. Kemudian, soroti apa yang Anda lebih suka daripada yang mereka katakan.
Artikel Terkait
Posisi Pekerjaan Ini Ternyata Bikin Kamu Berisiko Tinggi Jadi Burnout
Bahasa Tubuh yang Paling Tidak Disukai Gen Z dan Milenial, Bikin Mereka Tersinggung Berat!
Ini Salah Satu Kebiasaan Mengirim Email yang Dianggap Paling Kasar, Jangan Lakukan Lagi!
5 Hal yang Harus Dipertimbangkan Saat Pilih Tanaman di Kantor: Biar Lingkungan Nggak Toxic!
4 Hal Tidak Terduga yang Biasa Terjadi pada Tahun Pertama Menjalankan Bisnis Sendiri
10 Kata Kunci yang Tidak Berguna Lagi di Profil LinkedIn dan Sebaiknya Diganti Saja
Mengenal Aturan "Know Your Client" yang Harus Dipatuhi oleh Perusahaan Jasa Keuangan
Mengenal Tiga Kerangka Kerja “Know Your Client” untuk Menghindari Nasabah Berisiko
7 Cara Setting iPhone Kamu Agar Kerja Jadi Lebih Produktif
Masih Juga Ketipu, Ini 4 Trik Toko Online Mendesak Pembeli untuk Langsung Check Out