5 Gangguan yang Menyebabkan 60% Karyawan Sulit Bekerja selama 30 Menit tanpa Kehilangan Fokus

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 4 Juli 2024 | 21:17 WIB
Ilustrasi: Sebanyak 79% dari 1.200 karyawan mengaku tidak dapat bekerja satu jam penuh tanpa teralihkan perhatiannya. (Freepik)
Ilustrasi: Sebanyak 79% dari 1.200 karyawan mengaku tidak dapat bekerja satu jam penuh tanpa teralihkan perhatiannya. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Merasa sulit sekali untuk tetap fokus saat bekerja tanpa terdistraksi akhir-akhir ini? Ternyata kamu nggak sendiri.

Menurut laporan dari platform analisis tempat kerja dan produktivitas Insightful, sebagian besar karyawan di Amerika Serikat sulit untuk tetap fokus saat bekerja sehari-hari.

Dalam analisis terhadap 1.200 karyawan dan pemberi kerja di AS, 79% karyawan mengaku tidak dapat bekerja satu jam penuh tanpa teralihkan perhatiannya.

Baca Juga: Jadi Produser Sehati Semati, Mengapa Prilly Latuconsina Enggan Terlalu Ikut Campur Urusan Kreatif?

Kemudian, 59% lainnya tidak dapat menghabiskan waktu 30 menit saja tanpa mengalami gangguan di tempat kerja.

Menurut laporan berjudul “Lost Focus: The Cost of Distractions on Productivity in the Modern Workplace” itu, ada berbagai faktor yang menghambat karyawan untuk menyelesaikan tugas-tugas dari daftar to-do-list mereka.

Meskipun gangguan dari smartphone merupakan salah satu penyebab utamanya (62% responden menyebutkan notifikasi telepon sebagai sumber utama gangguan), pengganggu terbesar yang paling mudah mengalihkan perhatian karyawan adalah karyawan lain.

Lebih dari 70% responden mengatakan bahwa orang-orang yang mengganggu pekerjaan mereka adalah penyebab terbesar tidak terselesaikannya pekerjaan mereka.

Sepertinya mereka tidak tahan mendengar suara-suara berisik di tempat kerja yang berasal dari para pekerja Gen Z yang lagi senang-senangnya bergaul.

Aplikasi seperti Microsoft Teams dan Slack, serta notifikasi email, juga merupakan gangguan yang berarti bagi sekitar sepertiga responden.

Rapat-rapat dan seringnya manager check-ins (one on one meeting dengan atasan untuk membahas tinjauan kinerja) juga rentan merusak konsentrasi.

Baca Juga: Kupon Pertama SBR013 Bakal Ditransfer 10 Agustus 2024, Yuk Hitung Imbal Hasil yang Kamu Dapat!

Pihak manajemen sebenarnya juga menyesali dampak dari hal-hal yang mematikan produktivitas ini. Sepertiga dari mereka mengatakan bahwa gangguan di tempat kerja ini menyebabkan hilangnya lima jam waktu kerja per minggu.

Sedangkan sepertiga responden lainnya memperkirakan waktu kerja mereka yang hilang hampir mencapai enam hingga 10 jam, atau hamper 25% dari total waktu kerja yang hilang dalam seminggu.

Gangguan di tempat kerja ini hanya salah satu bagian dari budaya perusahaan yang mengutamakan karyawan berlagak produktif, dan berlama-lama melakukan tugas-tugas sederhana dan berlebihan, ketimbang efisiensi dan kolaborasi yang nyata.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Fortune, Yahoo Finance

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X