PejuangKantoran.com - Ada banyak alasan mengapa karyawan memutuskan resign dari kantor. Dari tidak suka pekerjaannya, budaya kerja perusahaan yang buruk, atau tertekan oleh bos yang toxic.
Namun, tidak semua orang puas dengan keputusan mereka untuk keluar dari pekerjaan dan pindah ke perusahaan lain.
Malahan, semakin banyak karyawan yang sadar bahwa keputusan resign itu tidak serta merta mengubah situasinya jadi lebih baik.
Baca Juga: Mengapa Pembalap F1 Lewis Hamilton Rancang Koleksi Streetwear Dior dengan Tema Snowboarding?
Perkara menyesal setelah resign ini memang jamak terjadi. Berdasarkan survei pada bulan Maret terhadap sekitar 2.000 karyawan di AS yang berhenti dari pekerjaannya dalam dua tahun terakhir, sekitar satu dari lima menyesal telah melakukan hal tersebut.
Lalu studi yang dilakukan Paychex bulan lalu menemukan bahwa dari 825 karyawan yang mereka survei, yang berhenti pada masa Great Resignation tahun 2022, sebagian besar mengatakan mereka menyesal setelah resign.
Hampir 9 dari 10 orang yang berhenti, mengatakan bahwa mereka berharap tidak memutuskan pindah kerja sebelumnya.
Sebagian besar dari mereka yang disurvei melanjutkan dengan mengatakan bahwa resign ternyata memicu penurunan kesehatan mental mereka.
Angka-angka tersebut menyiratkan bahwa sebagian besar angkatan kerja menyesal setelah resign, dan mungkin mereka tergesa-gesa saat mengambil keputusan untuk meninggalkan pekerjaan.
Baca Juga: Resign dari Kantor Sebelum Mendapat Pekerjaan Baru Tidak Selamanya Buruk, Ini Alasannya!
Mengapa penyesalan setelah resign meningkat
Selama hampir satu tahun, sekitar 4 juta karyawan Amerika berhenti dari pekerjaannya setiap bulan, untuk mengejar gaji yang lebih baik atau jabatan yang lebih sesuai dengan nilai-nilai mereka.
Hal ini turut memicu krisis perekrutan yang menyebabkan perusahaan saling bersaing untuk mendapatkan talenta terbaik. Di Inggris, gerakan ini telah menciptakan banyak lowongan pekerjaan baru.
Banyak pekerja tergoda untuk berganti pekerjaan karena ketatnya persaingan untuk mendapatkan kandidat, kata Shayla Thurlow, VP People and Talent Acquisition dari The Muse.
Namun meski sebagian besar calon pemberi kerja memberikan berbagai jenis tunjangan kepada para pencari kerja, mereka mungkin melewatkan beberapa tanda bahaya.
Artikel Terkait
Batik Air Buka Lowongan Kerja untuk Jadi Pramugari dan Pramugara, Baik yang Sudah Pengalaman atau Belum Pengalaman
Buat yang Jago Bahasa Korea, Ada Lowongan Jadi Staf Administrasi di Kedutaan Besar Korea di Jakarta
Garden By The Bay Jadi Destinasi Wisata Terbaik Nomor 8 di Dunia Versi Tripadvisor
4 Herbal Terbaik untuk Daya Ingat dan Kesehatan Otak
Gabriel Prince Rilis Single Baru dengan Lirik Bahasa Inggris, Video Klipnya Berdurasi 14 Menit!
3.200 Karyawan Unilever akan Diberhentikan Akhir 2025 Nanti, Area Mana yang Terdampak?
Mengenal Jasa Konsultan Bisnis: Solusi Tepat untuk Pertumbuhan Bisnis yang Berkelanjutan