Kebijakan dan prosedur yang mengutamakan keselamatan dan akuntabilitas pekerjaan merupakan landasan penting bagi manajemen risiko kelelahan kerja yang efektif.
Kebijakan dan prosedur organisasi lainnya juga dapat memainkan peran penting dalam mendukung atau menghambat manajemen risiko kelelahan yang tepat dengan memengaruhi faktor fisik dan psikososial.
Salah satunya, kebijakan yang memastikan adanya dukungan dan konsultasi karyawan terhadap pekerjaannya.
Baca Juga: Fakta-Fakta Mengapa Tupperware Disukai Ibu-Ibu: Dari Kekuatan Produk hingga Tradisi Arisan
Faktor lingkungan kerja
Lingkungan kerja, termasuk kondisi lingkungan yang keras atau tidak nyaman, dapat menyebabkan risiko kelelahan kerja.
Contohnya lingkungan fisik yang terlalu panas atau terlalu dingin, atau cahaya matahari yang tidak memadai.
Hal tersebut adalah beberapa kondisi lingkungan yang dapat membuat karyawan cepat lelah dan mengganggu kinerja mereka.
Selain itu, tidak adanya kesempatan untuk beristirahat, dapat mempengaruhi kelelahan akibat lingkungan kerja.
Artikel Terkait
Pilot Susi Air Sudah Dibebaskan, Intip Gaji Pilot Di Indonesia Per Bulan
Menparekraf Sandiaga Uno Luncurkan Paket Wisata 3B. Apa Yang Dijanjikan?
Overtourism, Wisatawan Membludak Tak Selalu Menjadi Kabar Baik. Ini Dampak dan Solusinya
Pro dan Kontra Membajak Karyawan dari Perusahaan Kompetitor, Siapa Paling Diuntungkan?
Tulang Belulang Tulang Angkat Cerita Tentang Harkat Diri Keluarga Melalui Balutan Tradisi Batak
Tupperware Terancam Bangkrut Setelah 78 Tahun Beroperasi, Ini Biang Keroknya!
Ada Proyek Rekonstruksi Jalan Tol Jakarta-Cikampek selama Seminggu, Ini Antisipasi Kemacetannya!