Dengan meyakinkan bahwa meskipun perlu penundaan memberikan jawaban tapi dengan menunjukkan kesungguhan kamu, maka itu bisa mengurangi kecemasan mereka.
4. Sampaikan bahwa kamu secara berkala akan mengecek hal-hal yang mereka butuhkan.
Jika kamu teman, maka yakinkan mereka bahwa kamu akan selalu mengecek dan meng-update hal-hal yang terkait masalah mereka kepada atasan mereka.
Jika kamu atasan mereka, maka kamu harus memastikan bahwa mereka baik-baik saja. Pantau terus mereka dan pastikan pekerjaan mereka berjalan baik.
Baca Juga: Kaum Pekerja Lebih Peduli Pada Kesehatan Mental dan Fokus Pada Diri Sendiri Saat Cari Kerja
5. Hindari melakukan 5 hal berikut ini:
a. Bertanya hal yang sangat pribadi, tentang gejala, pegobatan, dan hubungan pribadi.
Tidak semua orang mau terbuka tentang informasi pribadi. Jika mereka yang berinisiatif menceritakan, itu terserah mereka. Kamu cukup mendengarkan, berempati, dan jangan berusaha mengorek lebih dalam lagi
b. Mendiagnosa gejala mereka.
Jangan ‘menjadi dokter’, meskipun kamu banyak mendapatkan pengetahuan tentang mental health dari sumber-sumber yang kredibel sekalipun. Jangan pula membandingkan karyawan tersebut dengan orang lain yang punya masalah yang sama.
c. Menjanjikan sesuatu.
Jangan menjanjikan kepada karyawan yang punya mental health issue. Meskipun kamu meyakinkan bahwa kamu akan membantu mereka, namun jangan membuat janji.
d. Berlebihan dalam menanggapi.
Jika mereka bercerita kepada kamu bahwa mereka sedang menjalani pengobatan terkait mental health dan masih boleh bekerja, jangan berlebihan dalam menanggapinya.
Artikel Terkait
Manusia Butuh 4 Pelukan per Hari Demi Bertahan Hidup dan Jaga Kesehatan Mental !
Duh Hati-hati, Kecanduan Media Sosial Bisa Sebabkan Gangguan Mental
Jepang Catat Rekor Jumlah Penderita Gangguan Mental Akibat Kerja Selama 5 Tahun Berturut-turut