Sebagian besar pengobatan modern kepada pasien dengan masalah mental health, masih membolehkan mereka untuk tetap aktif bekerja.
Terkadang pasien mental health yang masih bekerja akan menyampaikan tentang efek samping pengobatannya. Apabila efek samping tersebut berpotensi mengganggu tugas karyawan tersebut, maka diperlukan surat keterangan dokter.
Apabila tidak, maka sebaiknya tetap sesuai keseharian tugasnya.
Intiya, tidak perlu takut dengan orang yang sedang menjalani pengobatan/perawatan untk masalah mental health.
e. Membocorkan rekam medis karyawan tersebut.
Jangan pernah berbagi informasi medis dengan orang lain. Apabila karyawan yang bermasalah dengan mental health itu cuti dalam rangka pengobatan, maka jangan sampaikan alasan cutinya tersebut kepada orang lain.
Baca Juga: Hanya 1 dari 10 Karyawan di Tempat Kerja yang Menyampaikan Masalah Kesehatan Mental pada Atasan
6. Ketika karyawan tersebut kembali masuk bekerja setelah pengobatan, perlakukan yang sama seperti karyawan lain.
Sampaikan bahwa karyawan tersebut sudah dirindukan. Luangkan waktu untuk memberikan informasi terkini kepada karyawan tentang perubahan kebijakan, kepegawaian, beban kerja, prosedur, dan sebagainya
Jika ada masalah kinerja sebelum karyawan tersebut cuti untuk perawatan kesehatan mentalnya, sebagai atasannya kamu perlu meluangkan waktu untuk membahas hal tersebut dengan karyawan tersebut.
Misalnya, jika sebelum cuti medis, karyawan tersebut sering datang terlambat, kamu perlu memberi tahu mereka bahwa harapannya adalah mereka harus datang tepat waktu ke depannya.
Intinya, karyawan tersebut tetap diberi kesempatan yang sama dengan karyawan lain untuk mengembangkan dirinya dan mencapai performa yang baik di kantor tersebut.
***
Artikel Terkait
Manusia Butuh 4 Pelukan per Hari Demi Bertahan Hidup dan Jaga Kesehatan Mental !
Duh Hati-hati, Kecanduan Media Sosial Bisa Sebabkan Gangguan Mental
Jepang Catat Rekor Jumlah Penderita Gangguan Mental Akibat Kerja Selama 5 Tahun Berturut-turut