PejuangKantoran.com - Dengan semakin berkembangnya teknologi, sekarang semua orang bisa bekerja di luar negeri dari negeri sendiri.
Dengan sistem kerja remote, kamu yang berada di Indonesia, bisa bekerja sama dengan orang dari berbagai negara.
Namun, hal ini bisa menimbulkan bias zona waktu yang terjadi ketika kamu berasumsi bahwa semua orang bekerja di zona waktu yang sama dengan kamu.
Baca Juga: Rute Baru Whoosh: Padalarang-Tegalluar Summarecon, Cepat dan Terjangkau
Ini sebenarnya hal yang wajar karena menurut para peneliti di University of California di Davis, manusia rentan terhadap “bias kedekatan” di tempat kerja.
Dalam penelitian, mereka menemukan bahwa kita lebih menyukai orang yang secara fisik lebih sering ditemui dan bahwa karyawan yang hadir secara langsung mendapatkan lebih banyak peluang karir.
Secara teori, kamu mungkin secara otomatis lebih menyukai zona waktu orang yang lebih sering ditemui secara fisik dan tak sengaja “melupakan” rekan kerja jarak jauh yang jarang ditemui setiap hari.
Namun, dalam dunia kerja yang semakin global, tidak mengakui potensi perbedaan zona waktu merupakan kesalahan yang tidak sopan dan tidak menghormati.
Bisa membuang-buang waktu
Arianne Young, pemilik bisnis asisten virtual Not Your Average Girl Friday, mengatakan bahwa kesalahan zona waktu ini adalah salah satu hal yang paling membuatnya kesal.
Baca Juga: Makin Banyak Penggunanya, Ini Fitur-fitur Bluesky yang Bisa Dieksplor tanpa Signup
“Tindakan paling kasar yang saya alami adalah undangan yang dikirim tanpa pengirimnya mengonfirmasi ketersediaan saya atau klien saya,” katanya.
Tidak mempertimbangkan zona waktu yang berbeda saat menjadwalkan meeting, dan baru mengonfirmasi setelahnya, menurut Young tak hanya membuang-buang waktu dan tidak sopan, tetapi juga merupakan hal yang mudah dihindari hanya dengan bertanya.
Sementara Anna Dearmon Kornick, pelatih manajemen waktu, menyebut kesalahan zona waktu memiliki potensi untuk mengubah rencana kerja seseorang di hari tersebut.
Selain merusak hubungan dengan klien dan rekan kerja, mengasumsikan zona waktu yang salah saat kerja remote menjadi hal yang buruk karena hanya akan mempersulit pekerjaan.
Artikel Terkait
KFC Indonesia Tutup 47 Gerai dan PHK 2,274 Karyawan: Apa yang Terjadi?
Max, Si Kucing Kampus, Raih Gelar Kehormatan di Universitas Vermont
Batas Kuota Pekerjaan Asing 2024 Sudah Mentok, Lituania Mulai Kekurangan Pekerja pada 2025
Lupakan Kulit Mulus, Rutinitas Perawatan Kulit yang Terlalu Panjang Bisa Merusak Skin Barrier
Olah Raga Pagi Sebelum Kerja Atau Malam Sesudahnya? Masing-Masing Punya Kelebihan.
Dinobatkan Sebagai The Most Trusted Company 2024 Menunjukkan Konsistensi BRI Dalam Penerapan GCG
Saat Istri Melahirkan, Kebijakan Cuti Ayah Juga Harus Diterapkan Agar Bisa Menguntungkan Istri dan Anak